Inilah Kronologis Pembunuhan Sadis Balita di Siantar

Inilah Kronologis Pembunuhan Sadis Balita di Siantar
Kematian Jolio Sinaga diduga dibunuh secara sadis
Kamis, 30 Maret 2017 13:21 WIB

SIANTAR-Kematian Jolio Sinaga yang ditemukan terkapar dikamar rumah orang tua asuhnya Martina Simanjuntak di Jalan Dalil Tani, Gg Rebung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Senin (27/3/2017) akhirnya terungkap.

Balita berusia 36 bulan yang ditinggal ibu kandungnya, Mariana Simanjuntak karena mencari nafkah sebagai TKI ke Malaysia ini, tewas karena dianiaya sama Mangara Siahaan (35) warga Jalan Lapangan Bola Atas, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat.


Motifnya sepele hanya karena korban Jolio tak mau diajak bercanda sehingga Mangara merasa kesal. Lalu mendorong dan membogem kepala Jolio berulang kali sampai terbentur ke tembok.

Di saat Jolio terkapar pelaku Mangara Siahaan memijak badan Jolio hingga mengalami retak tulang punggung belakang.

Ads
Diketahui awalnya dengan naik kereta, Mangara bersama istrinya boru Marbun serta kedua anaknya pergi bertamu kerumah Martina karena istri Mangara ada keperluan.

Begitu sampai dilokasi, istri Mangara pergi menjumpai Martina yang tengah nongkrong di warung tak jauh dari rumahnya.

“Mangara sama kedua anaknya masuk kerumah menonton televisi.Mangara pernah menumpang sebulan tinggal dirumah Martina,”kata penyidik Bripka RR.

Selanjutnya boru Marbun datang kerumah dengan maksud mengajak kedua anaknya yang tengah menonton televisi dengan suaminya Mangara pulang, mengingat hari sudah semakin larut.

Begitu boru Marbun bersama kedua anaknya melangkah keluar, Mangara tetap bertahan di dalam rumah sambil menonton televisi sendirian di ruangan tamu.

“Posisi Jolio tiduran dalam kamar, dan anak-anak Martina lagi sedang bermain-main diluar rumah,”ucapnya.

Kebetulan lagi tayangan iklan di televisi, Mangara disebut sebut warga setempah pernah pecandu narkoba dan pernah menjalani rehab selama setahun di Jakarta masuk ke dalam kamar menemui Jolio yang tengah tidur-tiduran.

Maksud Mangara hanya mengajak Jolio untuk bercanda. Tapi Jolio tak bersedia diajak bercanda, sehingga Mangara kesal.

Lalu mendorong dan membogem kepala Jolio hingga terjatuh dari atas tempat tidur serta membentur tiang broti kamar tidur.Tak cukup sampai disitu saja, pelaku memijak punggung korban pada saat terbaring telungkup.

Melihat Jolio tak bergerak Mangara menutupi pakai selimut, lalu mengambil kunci dan menutup pintu depan. Selanjutnya Mangara berjalan ke warung menjumpai istrinya boru Marbun yang lagi ngobrol dengan Martina.

“Setelah kunci diserahkan, Mangara pulang sama istri dan anak-anaknya.”jelas RR. Persis sekira pukul 22.00 WIB, Martina pulang kerumah lantaran dipanggil anak-anaknya karena curiga ada suara tangisan dari dalam rumah.

Editor:Wewen
Sumber:metro24.co
Kategori:Sumatera Utara, Pematangsiantar, Gonews Group, Hukrim
wwwwww