Arogan... Oknum LPSK Rampas Kamera dan Handpone Wartawan‎ di PN Medan

Arogan... Oknum LPSK Rampas Kamera dan Handpone Wartawan‎ di PN Medan
Oknum yang mengaku LPSK, Gunawan arogan dan merampas kamera wartawan
Kamis, 30 Maret 2017 20:34 WIB
Penulis: Indra BB
MEDAN - Sidang perdagangan manusia yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (30/3/2017) petang tak seperti biasanya. Pasalnya, sejumlah awak media yang sedang melakukan peliputan sidang sempat dihalangi seorang pria yang mengaku orang LPSK dan meminta menghapus foto dan rekaman video sidang yang diambil wartawan.?Sidang dengan agenda keterangan saksi korban itu, sempat ricuh. Gunawan yang diketahui merupakan perwakilan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang mendampingi para korban tersebut dengan arogan merampas kamera wartawan TV dan Online.

Sidang yang digelar di ruang Cakra Kartika di Pengadilan Negeri Medan, Gunawan ngotot meminta seorang jurnalis televisi nasional, bernama Yusrizal untuk menghapus video suasana tersebut. Tanpa ada penjelasan yang jelas, sempat terjadi adu mulut keduanya.

"Awalnya dia (Gunawan) mengaku Mabes Polri, minta video sidang dihapus dengan nada membentak serta merampas Handycamku, dengan arogannya dia menghapus video liputan sidang tadi. Setelah kutelusuri ternyata dia anggota LPSK, " jelas Yusrizal, yang kerap disapa Miduk.

Ads
Perlakuan yang sama juga didapatkan seorang jurnalis media online di Medan, bernama Rivan. Dia menuturkan Handpone yang digunakan untuk memoto suasana sidang sempat dirampas untuk dihapus.

"Handphoneku dirampas, dia ngaku dari LPSK, lalu foto sidang prostitusi tersebut dihapusnya, setelah itu handphoneku dikembalikan." ungkap Rivan.

Setelah itu, Gunawan terus mengotot bila dirinya tetap benar untuk menghapus foto dan rekaman video tersebut.?

"Kami perintah dari atasan untuk mengawal sidang, untuk menjaga kerahasiaan saksi dan korban, kami berhak melarang Anda sekalian foto saksi dan korban," tantang Gunawan.

?Kemudian, seorang wartawan senior, Amsal mencoba menjelasi tugas jurnalis dan sidang digelar secara terbuka membuat pihak lain bisa mengikuti dan melakukan liputan sidang tersebut.

"Ini sidang terbuka, kami berhak liputan di sini, kenapa kalian melarang tugas Jurnalistik kami, kalian punya Undang-Undang kami juga punya," jelas, Amsal.

?Setelah mendapatkan penjelasan itu, Pria badan besar itu, akhirnya meminta maaf kepada sejumlah awak media dan mengakui sikap arogannya itu.

"Ya, sama minta maaf abang. Minta maaf saya abang," sebut Gunawan sembari menyalami satu persatu awak media di PN Medan.
Editor:Fatih
Kategori:Hukrim, Peristiwa, Umum, Sumatera Utara, Medan
wwwwww