Home > Berita > Umum
Hulu Bondar Saba Padang Tersumbat

200 Hektar Lahan Persawahan Terancam Kekeringan

200 Hektar Lahan Persawahan Terancam Kekeringan
Anggota kelompok tani desa hasahatan jae dibantu babinsa secara manual berupaya menormalisasi aliran irigasi hulu bondar saba padang
Rabu, 29 Maret 2017 18:20 WIB
Penulis: Supriyadi Halomoan
PADANG LAWAS - Sedikitnya 200 Hektar lahan persawahan yang berlokasi di Desa Hasahatan Jae, Kecamatan Barumun sekitarnya terancam kekeringan. Sebab, hulu bondar saba padang tersumbat dan dipenuhi balok.



“Banyaknya balok besar di Hulu bondar saba padang disebabkan meluapnya aliran sungai barumun sepekan terakhir ini, sehingga kayu dan balok hanyut dari hulu sungai barumun sampai menutupi hulu bondar saba padang,” ungkap Kepala Desa Hasahatan Jae, Abner  kepada GoSumut, Rabu (29/3/2017).

Akibat meluapnya sungai barumun itu, kata Abner, permukaan hulu bondar saba padang menjadi dangkal. Posisi permukaan hulu bondar saba padang sudah jauh di atas bila dibanding dengan permukaan aliran sungai yang akan mengalir ke irigasi tersebut.

Untuk diketahui, sambung Abner, hulu bondar saba padang yang notabenenya merupakan daerah irigasi Sigorbus itu merupakan satu-satunya sumber irigasi bagi para petani warga desa Hasahatan Jae sekitarnya.

“Saat ini, seluruh petani sangat memerlukan irigasi yang baik, mengingat kondisi sekarang para petani sedang bercocok tanam padi. Apabila irigasi tersebut tidak berjalan normal kemungkinan besar masyarakat akan gagal panen,”tegasnya.

Sebagai langkah awal kata Abner, seluruh anggota kelompok tani desa Hasahatan Jae dan dibantu pendamping pertanian (babinsa) sudah melaksanakan kegiatan gotong-royong untuk mengangkat balok besar dan kayu yang berada dipermukaan hulu bondar saba padang tersebut.

“Sebelum diangkat, balok tersebut terelebih di gergaji rantai mesin, sebagai upaya untuk meringankan masyarakat mengangkatnya dari permukaan hulu saba padang. Dan ditambah sebagian warga lagi mencangkul permukaan hulu bondar untuk mensejajarkan dengan aliran sungai barumun,”urainya.

Namun upaya demikian kata Abner belumlah maksimal, karena permukaan hulu bondar saba padang sudah jauh diatas. Irigasi hulu bondar saba padang kembali normal, apabila menggunakan alat berat exacavator.

“Untuk itu, kami telah menginformasikan ke Dinas PU Pertambaen Palas melalui Bidang Pengairan supaya sesegera mungkin menurunkan alat berat exacavator untuk membantu menormalisasikan kembali irigasi hulu bondar saba padang,”terangnya menutup.
Ads
Editor:Fatih
Kategori:Umum, Peristiwa, Ekonomi, Padang Lawas
wwwwww