OJK Bilang Waspadai Operasional UN Swissindo di Sumut

Minggu, 26 Maret 2017 12:32 WIB

Sebelumnya Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan, beberapa waktu lalu, OJK, Departemen Hukum Bank Indonesia dan perwakilan enam prime bank yang berkantor pusat di Jakarta yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk telah melakukan pembahasan mengenai Tindak Lanjut Penanganan Kegiatan UN Swissindo.

Dalam pembahasan tersebut disimpulkan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tidak memiliki fisik atau paperless.

Sehingga SBI yang dimiliki oleh UN Swissindo adalah bukan instrumen yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia atau dalam hal ini adalah UN Swissindo telah menciptakan dokumen baru yang diduga palsu.

Ads
Sebagai catatan, UN Swissindo sering menggunakan SBI untuk melegitimasi operasional mereka dengan tujuan mengelabui calon korban.

Perwakilan enam prime bank dari Kantor Pusat di Jakarta menyampaikan laporan atas kejadian UN Swissindo karena terdapat kerugian bank.

Adapun wilayah yang paling banyak terkena dampak kegiatan dari UN Swissindo adalah Jambi sebesar Rp 1,3 miliar (11 nasabah), Cirebon sebesar Rp 4,02 miliar (76 nasabah) dan Purwokerto sebesar Rp 2,8 miliar (25 nasabah).

"Operasional UN Swissindo sudah menyebar ke berbagai daerah. Jadi kami harapkan masyarakat tidak tergiur mengikuti penawarannya karena kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo melanggar hukum karena tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan," tegasnya.

Editor : Wewen
Sumber : medanbisnis
Kategori : Sumatera Utara, Medan, Gonews Group, Ekonomi
www www