Target Tanam Padi Simalungun Tertinggi dari 32 Kabupaten/Kota di Sumut

Target Tanam Padi Simalungun Tertinggi dari 32 Kabupaten/Kota di Sumut
Sabtu, 25 Maret 2017 11:10 WIB

MEDAN - Kabupaten Simalungun mematok target tanam padi seluas 53.431 hektare untuk musim tanam Oktober 2016 hingga Maret 2017. target ini tertinggi dari 32 kabupaten/kota yang melakukan pertanaman padi di Sumatera Utara (Sumut). Per 13 Maret 2017, Simalungun telah merealisasikan target tanam padi sekitar 80,58% atau 43.052 hektare.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut M Azhar Harahap melalui Kepala Sub Bagian Program Marino mengatakan, memang ada kabupaten/kota yang sudah melampaui target, namun sebagai target tertinggi, capaian Simalungun cukup bagus.

"Bisa terealisasi seratus persen. Karena data yang masuk baru hingga tanggal 13 Maret 2017," katanya di Medan.

Data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, pertanaman padi di Simalungun pada Oktober 2016 terealisasi 8.003 hektare, lalu November seluas 5.252 hektare dan Desember 6.399 hektare.

Ads
Kemudian bulan Januari 2017 ada pertanaman seluas 10.537 hektare, Februari 8.497 hektare dan per tanggal 13 Maret 2017 seluas 2.152 hektare.

Secara keseluruhan, target tanam padi Sumut sudah terealisasi sekitar 93% atau 486.409 hektare dari total 532.041 hektare.

Capaian tersebut banyak disumbang Simalungun yang targetnya tertinggi di musim tanam Oktober 2016 hingga Maret 2017.

Percepatan tanam, kata Marino, dilakukan pada lahan dengan ketersediaan air yang cukup dan segera menanam kembali jika sudah panen. "Ini untuk meningkatkan indeks pertanaman," katanya.

Selain itu, perluasan areal tanam pada lahan perkebunan dengan melakukan kerja sama pada perusahaan perkebunan terutama pada tanaman-tanaman replanting dengan menanam padi lahan kering/padi gogo.

Kabupaten/kota juga kata Marino, harus memaksimalkan atau meningkatkan pembinaan kepada mantri tani, penyuluh pertanian dan mantri statistik dalam melakukan pendampingan kelompok tani, pencatatan tanam dan panen di lapangan termasuk pada lahan-lahan perkebunan.

Selain itu, juga mengembangkan teknologi hazton dan tanam jajar legowo (jarwo) pada lahan yang lebih luas untuk tujuan peningkatan produksi.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Ekonomi, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww