Struktur Tanah di Tapteng Potensial Kembangkan Singkong

Struktur Tanah di Tapteng Potensial Kembangkan Singkong
Dikembangkan Salah seorang petani sedang memanen singkong hasik kebunnya. Struktur tanah di Tapteng sebenarnya sangat potensial untuk mengembangkan pertanian singkong.
Rabu, 22 Maret 2017 07:49 WIB

PANDAN - Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang kebanyakan memiliki struktur tanah yang sedikit berpasir, amat memungkinkan untuk mengembangkan pertanian ubi kayu atau singkong. Apalagi, saat ini banyak sekali lahan-lahan kosong, baik di dataran maupun kawasan perbukitan yang potensial dijadikan lokasi pertanian singkong.

Bila pemerintah mau mengembangkannya, tidak mustahil Tapteng bisa menyaingi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sebagai salah satu kabupaten penghasil singkong terbesar di Sumatera Utara.

"Struktur tanah di Tapteng sebenarnya amat cocok untuk pengembangan pertanian singkong atau ubi kayu. Terbukti, sejak jaman dahulu hingga akhir tahun 90 an lalu, terdapat beberapa pabrik pengolahan tepung tapioka yang berbahan baku singkong di Tapteng. Namun sayang, akibat kurangnya minat warga bertani singkong, sehingga bahan baku menjadi langka, pabrik-pabrik tapioka ini pun akhirnya satu persatu terpaksa menutup operasionalnya," terang Ketua Karang Taruna Tapteng Winsya Eko Syahputra di Pandan.

loading...
Dikatakan pria yang akrab dipanggil Koko ini, ratusan hektare lahan-lahan perbukitan yang gundul maupun dataran kosong di Tapteng, sebenarnya akan dapat memberikan manfaat bila dijadikan sebagai lahan pertanian singkong. Apalagi, pertanian singkong tidak membutuhkan modal yang besar dan pengelolaan yang rumit. Jika Pemkab Tapteng mau menggugah masyarakat untuk mengembangkannya, bukan tidak mungkin singkong akan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat di Tapteng.

Ads
"Bayangkan jika Tapteng memiliki sekitar 1.000 hektare saja lahan pertanian singkong, berapa banyak produksi singkong yang mampu dihasilkan per bulan dan berapa banyak tenaga kerja yang dapat ditampung. Belum lagi nantinya pabrik-pabrik pengolahan singkong seperti pabrik tapioka, pabrik kerupuk, pengusaha kue berbahan baku singkong dan lain sebagainya yang akan tumbuh dengan adanya pengembangan pertanian singkong ini," tuturnya.

Dikatakan, seharusnya Pemkab Tapteng dapat sedikit mengikuti program pertanian di Kabupaten Sergai yang menjadikan pertanian singkong sebagai salah satu komoditas unggulan. Yang mana, singkong merupakan salah satu komoditas yang telah mampu memberikan penghasilan bagi ribuan warganya. Karang Taruna berharap, Pemkab Tapteng mau mensosialisasikan pengembangan kembali pertanian singkong ini, disamping pengembangan berbagai komoditas pertanian lainnya.

"Kalaupun bibit awalnya dibantu oleh Pemkab Tapteng, modalnya tidak begitu besar. Pemkab Tapteng hanya perlu memberikan sosialisasi, bimbingan dan terutama mencarikan pangsa pasar atau membantu mengembangkan industri hilir dari produksi singkong asal Tapteng ini nantinya. Saya optimis, jika dilakukan, pertanian singkong ini dapat menjadi mata pencaharian yang menjanjikan bagi masyarakat Tapteng," katanya.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Ekonomi, Gonews Group, Sibolga, Sumatera Utara
wwwwww