Pesona Indonesia 2017

Ribuan Penikmat Kopi Tumplek di Ngopi Saraosna Bandung

Ribuan Penikmat Kopi Tumplek di Ngopi Saraosna Bandung
Foto: Kemenpar.
Senin, 20 Maret 2017 01:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Bandung dan kopi, itu dua hal yang sulit dipisahkan. Selain udaranya sejuk, kopi adalah jenis minuman yang mendunia sejak ratusan tahun silam. Menikmati kopi di Bandung, itu bagian dari sensasi amenitas yang kuat di Kota Belanja, bagi wisatawan originasi Malaysia. "Karena itu kopi harus selalu dipopulerkan sebagai minuman dari hasil bumi Indonesia yang khas," sebut Menpar Arief Yahya yang sedang di Bandung itu.

Wajar jika kegiatan yang menggunakan tagline "kopi" selalu mendapat sambutan antusias. Pun juga yang terjadi di Bandung, Minggu, 19 Maret 2017. Sebanyak 40 pegiat kopi Jabar memeriahkan #NgopiSaraosna Vol. 1 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Tak sekadar hadir, para pegiat dan tapi juga membagikan kopi tubruk khas lahan masing-masing dengan gratis kepada pengunjung.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang membuka kegiatan tersebut, tak henti-hentinya memuji kenikmatan kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat sebagai kopi terbaik di dunia, yaitu kopi Java Preanger dari Gunung Puntang.

loading...
"Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Kita ini punya rantai emas penyebaran kopi. Sebab, asal muasalnya dari Kenya, dan langsung dibawa ke sini (Jawa Barat) lewat jalur murni. Kalau Negara lain, singgah dulu ke Yaman dan lain-lain," papar Heryawan.

Ads
Meski demikian, kejayaan kopi Jawa Barat juga sempat surut. Pada 1922, kata dia, sempat punah karena penyakit tanaman, "Tapi sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia pada April 2016 lalu di Atlanta,” ungkap pria yang akrab disapa Aher tersebut.

Dengan gamblang Aher menjelaskan manfaat kopi bagi tubuh, dengan catatan kopi dikonsumsi secara benar. Menurut Aher, kopi dapat memperkuat kinerja syaraf tubuh. Kopi juga menjadi obat herbal yang mencegah alzheimer atau penyakit pikun. Minyak kopi yang sangat halus dan pekat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik yang bisa memperhalus kulit. Karenanya, isu bahwa kopi dapat menyebabkan penyakit jantung terbantahkan.

"Kopi yang membuat dada berdebar itu pasti ada kesalahan saat mengolahnya. Kopi juga bukan penyebab penyakit jantung, justru memperkuat syaraf jantung. Asalkan dikonsumsi jangan pakai gula," kata Aher.

"Kopi yang sehat itu kopi yang digiling, bukan yang digunting (sachet atau kemasan kecil, Red),” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang legenda kopi Kota Bandung Widya Pratama menilai, perkembangan kopi Jabar sudah sangat baik dan 10 tahun terakhir. Terbukti dengan banyaknya penghargaan yang serta pengakuan dunia pada kopi dari Jawa Barat. ”Variasinya makin banyak. Tinggal ditekuni dengan baik, jangan ada hanya karena musim,” tandas pria yang juga pemilik Kopi Aroma di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung itu.

Dia juga mengaku, senang karena banyak petani kopi yang sudah mengolah kopi asal Jawa Barat dengan baik. Bagi dia, kopi dari pengunungan di Jawa Barat itu lebih sehat. "Jika diibaratkan perempuan, kopi dari Jabar itu seperti perempuan dari gunung, lebih natural dan legit,” tuturnya.

Disinggung soal berapa banyak penjualan Kopi Aroma saat ini? Pria yang juga dosen ekonomi di Unpad tersebut lebih suka merahasiakan angka. Begitu juga persoalan ekspor.

"Saya tidak pernah ekspor. Pembeli saya mungkin yang membawanya ke luar negeri,” ucapnya. "Bagi saya, lebih baik menangkap seribu ikan teri dari satu ikan kakap,” sambungnya berfilosofis.

Sementara itu, pegiat Kopi Puntang sebagai insiator acara, Ayi Sutedja mengatakan gelaran ini memang dikhususkan untuk membangkitkan lagi budaya meminum kopi di masyarakat Jawa Barat. "Jawa Barat penghasil kopi kualitas premium, tapi sayang sekali masyarakat Jabar banyak yang tidak mengetahui kalau kopi asli Jabar itu mendapat pengakuan di tingkat internasional," papar pria yang pernah menyabet juara pertama di Atlanta tersebut. ***
wwwwww