Home > Berita > Umum

Ketiadaan Alat Berat, Penertiban Pasar Kampung Lalang Gagal

Ketiadaan Alat Berat, Penertiban Pasar Kampung Lalang Gagal
Pasar Kampung Lalang Medan
Senin, 20 Maret 2017 10:27 WIB

MEDAN-Penertiban pedagang Pasar Kampunglalang gagal terlaksana. Ketiadaan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan menjadi alasan utama gagalnya penertiban yang melibatkan seratusan Satpol PP Kota Medan, aparat kepolisian, TNI dan unsur dari kecamatan serta kelurahan.

Pantauan wartawan sekira pukul 00.30 WIB, tim gabungan sudah berkumpul di halaman depan Terminal Pinang Baris Medan. Di situ Kasatpol PP M Sofyan didampingi Kabag Ops Polrestabes Kota Medan, memberikan sejumlah instruksi kepada ratusan personel sebelum melakukan penertiban.

Mobil rantis polisi atau water canon, serta sejumlah armada Satpol PP turut diturunkan pada penertiban kali ini. Namun sayang, hingga pukul 03.30 WIB, alat berat yang ditunggu-tunggu untuk mendukung kelancaran pembongkaran kios pedagang, tak kunjung datang. Alhasil tim mengurungkan niat melaksanakan kegiatan tersebut.

Ratusan pedagang Pasar Kampunglalang sendiri, sebenarnya sudah menanti kehadiran tim gabungan. Mereka terlihat sudah berkumpul di depan jalan Pasar Kampunglalang. Sebagian diantaranya ada yang berada didalam pasar. Perasaan cemas, khawatir dan takut terpancar jelas dari raut wajah mereka.

Ads
Seorang pedagang, Br Pinem saat ditemui wartawan di lokasi mengatakan mereka bukan mau menolak revitalisasi Pasar Kampunglalang. Minimnya sosialisasi dan kurang dilibatkannya pedagang dalam rencana tersebut, menjadi alasan mereka enggan mengosongkan kios pada hari itu. "Sebelum kami bertemu dan duduk bersama dengan Dirut PD Pasar, kami tidak mau mengosongkan tempat ini. Kami butuh kepastian dan kejelasan di mana bisa berjualan sementara waktu karena pembangunan ini. Keputusan ini yang belum disepakati sebelumnya," katanya.

Pedagang berkaca pada peristiwa renovasi Pasar Sei Sikambing. Mereka enggan berlama-lama tidak berjualan akibat adanya pembangunan. Apalagi selama ini mereka menggantungkan kehidupan dari hasil berdagang. "September2016 PD Pasar sudah pernah sosialisasi rencana revitalisasi. Tapi tidak ada keputusan apapun waktu itu. Cuma disampaikan saja mau ada perbaikan pasar," katanya.

Ironinya, lokasi penampungan pedagang di Jalan Gatot Subroto dekat swalayan Giant, dianggap pedagang tidak representatif. Bahkan tempat tersebut sudah habis kontrak dengan Pemko Medan. "Lantas kami mau kemana berjualan? Tak mungkin kami menunggu berlama-lama. Dari mana kami makan, menghidupi keluarga dan bayar uang sekolah anak," ungkap Pinem.

Dia menambahkan,sudah banyak surat imbauan dari PD Pasar yang meminta pedagang segera mengosongkan kios. Tak hanya itu, intimidasi juga mereka dapatkan dari aparat kepolisian pada waktu pertemuan Mapolrestabes Medan, belum lama ini. 

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Umum, Pemerintahan, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww