Tragis, Mertua Anggota DPRD Tewas Ditikam di Depan Rumahnya

Tragis, Mertua Anggota DPRD Tewas Ditikam di Depan Rumahnya
Misrani saat dievakuasi ke rumah sakit. (foto: Sapos/pojoksatu.id)
Sabtu, 18 Maret 2017 10:34 WIB

SAMARINDA - Misrani (50), mertua Anggota DPRD Kota Samarinda yang juga Ketua DPC Partai Hanura Samarinda, Saiful, dibunuh di depan rumahnya.

Misrani meregang nyawa setelah diserang dua perampok di depan rumahnya di Jalan Damanhuri, Gang 5A, RT 27, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur.

Misrani terkapar di tengah jalan. Ia bersimbah darah. Warga berusaha menolong dan membawanya ke RSUD AW Sjahranie menggunakan mobil doubel cabin. Namun nyawanya tak tertolong.

Luka parah tikaman tepat di ulu hati membuat nyawa Misrani tak bisa tertolong. Selain luka tikam di dada, kedua tangan Misrani juga mengalami luka sayat.

Ads
Salah seorang saksi, Desi (29) yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari tempat kejadian perkara (TKP) mengaku sempat melihat Misrani bertarung dengan dua orang yang tak dikenal.

“Saya lihat korban (Misrani, red) sempat melempar cangkul ke arah dua pelaku,” ucap Desi yang masih syok.

Meski tak mengenali wajah pelaku, Desi dapat mengingat ciri kedua pelaku yang salah satunya berbadan tegap.

“Mereka naik motor Yamaha Mio. Setelah melukai korban mereka langsung kabur. Setelah itu saya berteriak meminta tolong. Karena yang saya lihat korban sudah tergeletak di depan rumahnya,” ujar Desi.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum peristiwa pembunuhan tersebut, Misrani diketahui baru pulang dari kebun miliknya yang juga tak berada jauh dari rumahnya, Kamis (16/7) pukul 10.00 Wita.

Ketika sampai di depan rumah, Misrani melihat dua orang pria tak dikenal sedang berusaha membuka pintu pagar rumahnya.

Misrani curiga kedua pria itu hendak mencuri. Sebagai pemilik rumah, Misrani lantas menegur. Namun dibalas dengan serangan. Kedua pelaku secara bersamaan menyerang Misrani.

Kalah tenaga dan usia, Misrani akhirnya tersungkur dengan luka parah di tubuhnya meskipun sebelumnya ia sempat melakukan perlawanan.

Minimnya saksi serta petunjuk dalam kasus pembunuhan tersebut membuat polisi kesulitan untuk memastikan siapa pelaku dan apa motifnya.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso ditemui Sapos di lokasi kejadian menuturkan, masih mendalami kasus pembunuhan itu.

“Dari hasil rekaman CCTV yang dimiliki warga. Pelaku teridentifikasi berjumlah dua orang dan mengendarai motor. Kami telah memintai keterangan 4 saksi. Pelakunya dalam pengejaran,” tandasnya.(pjs)

Editor:Arie RF
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Hukrim
wwwwww