Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadiri KMAN V

Siti Nurbaya: Presiden Konsisten dalam Dukungan Kepada Masyarakat Adat Nusantara

Siti Nurbaya: Presiden Konsisten dalam Dukungan Kepada Masyarakat Adat Nusantara
Gubsu dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) V yang dibuka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Kampung Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang.
Sabtu, 18 Maret 2017 08:37 WIB
Penulis: RLS

DELISERDANG - Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) V yang dibuka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Kampung Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang. kongres yang menghimpun 2.304 komunitas adat seluruh wilayah di Indonesia itu untuk meneguhkan kembali keberadaan masyarakat adat dalam negara dan memastikann kehadiran negara dalam masyarakat adat.

”Presiden konsisten dalam dukungan kepada masyarakat adat nusantara. Saya yakin, saya dan pak Teten (kepala staf Jokowi-red) mencatat semua hal yang tadi telah disampaikan,” ujar Siti.

Siti menyebutkan, pemerintah menindaklanjuti pengakuan wilayah hutan adat dari spot-spot wilayah hutan adat yang telah diidentifikasi oleh sejumlah pihak pendamping atau yang telah menjadi usulan masyarakat adat sendiri secara langsung. “Saat ini sedang terus dilakukan proses artikulasi dan verifikasi wilayah,” kata Siti.

Siti menegaskan bahwa pemerintah telah membuktikan janjinya, antara lain telah diselesaikan pengakuan Hutan Adat dengan SK 1156 untuk Kulawi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan Hutan Adat dengan SK 1152 untuk Tapang Semadak, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

Sampai dengan kemarin sore, ujarnya, sedang diselesaikan rencana kembali mengeluarkan hutan adat dari wilayah konsesi PT TPL, seluas lebih kurang 7.000 hektar, setelah keluar 5.100 hektar pada Desember 2016. “Jadi terus menerus berlanjut,” ujarnya.

Langkah-langkah yang sama juga berlangsung untuk hutan sosial lainnya seperti yang sudah diselesaikan untuk 7 unit Hutan Desa 4.240 Ha di Kab Tapanuli Tengah, Tapanui Selatan dan Toba Samosir provinsi Sumut.

Di samping itu, sebanyak 9 unit hutan desa seluas 15.300 ha di Kabupaten Meranti, Pelalawan Provinsi Riau serta hutan kemasyarakatan sebanyak 4 unit seluas 786 ha di Kabupaten Pakpak Barat dan Langkat, Provinsi Sumut. “Proses ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerja dan dengan dukungan para aktivis, civil society para pendamping di seluruh Indonesia. Kita masih terus bekerja untuk realisasi yang luas bagi rakyat,” kata Siti Nurbaya.


Ads
wwwwww