Keren! Pak Wali Kota Bagi-bagikan Gajinya ke Tukang Becak

Keren! Pak Wali Kota Bagi-bagikan Gajinya ke Tukang Becak
Wali Kota Malang M Anton (berdiri) memberi sambutan sesaat sebelum memberi santunan kepada 1.600 tukang becak di rumah dinas Jalan Ijen 2. (Foto: Darmono/Radar Malang/JPNN.com)
Sabtu, 18 Maret 2017 13:05 WIB

MALANG - Wali Kota Malang Moch. Anton kembali menyalurkan gajinya sebagai kepala daerah kepada masyarakat.

Gaji sebesar Rp5,8 juta yang diterima setiap bulan itu dikumpulkan selama satu tahun, lalu dibelikan sembako. Aksi simpatik ini sudah dilakukan Anto empat kali.

Kemarin (17/3), sebanyak 1.600 tukang becak mendapatkan bingkisan sembako dari Anton.

Penyerahan bingkisan itu dilakukan di rumah dinas (rumdis) wali kota, Jalan Ijen Nomor 2.

Ads
”Saya memang sudah berjanji akan mengembalikan gaji saya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Anton yang ditemani istrinya, Dewi Farida Suryani, di sela-sela pembagian sembako.

Anton menyatakan, bagi-bagi sembako tersebut merupakan agenda rutin tahunan, sejak dia dilantik menjadi wali kota pada 2013 lalu.

Saat itu, Anton berjanji bahwa tidak akan mengambil gajinya sebagai wali Kota Malang.

Bingkisan yang diberikan kepada tukang becak itu berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan jajanan ringan.

”Jumlahnya memang tidak seberapa dan yang kami undang ini belum menjangkau seluruhnya. Akan tetapi, saya berharap, ini dapat membantu bapak-bapak dan ibu-ibu,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Anton berpesan agar para tukang becak yang mendapatkan santunan selalu mensyukuri.

Selain itu, Anton mengimbau kepada pengusaha sukses di Kota Malang supaya ikut berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat sekitar.

”Sebenarnya, hal yang saya lakukan ini sekadar memberi contoh. Semoga, orang-orang kaya juga mau turun berbagi kepada masyarakat,” katanya.

”Kalau ada seratus orang kaya di Kota Malang bersedia untuk membagikan sebagian rezekinya, semua (warga Kota Malang) pasti sejahtera,” tambah wali kota yang gencar mempercantik taman kota itu.

Sementara itu, tokoh agama KH Marzuki Mustamar berpesan kepada masyarakat supaya meningkatkan kualitas hidupnya melalui pendidikan.

Apalagi, sekarang, sekolah di jenjang SD dan SMP sudah gratis.

Menurut dia, pendidikan gratis merupakan kesempatan untuk menaikkan derajat.

”Kalau bapaknya tukang becak, jangan sampai anaknya juga sama (jadi tukang becak),” kata mantan ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Malang tersebut. (jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan
wwwwww