Home > Berita > Umum

Revisi UU KPK, Akademisi: Itu Bukanlah Hal yang Penting

Revisi UU KPK, Akademisi: Itu Bukanlah Hal yang Penting
Ilustrasi
Jum'at, 17 Maret 2017 21:45 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN - Mahasiswa yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Korupsi di Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan aksi unjuk rasa bertepatan dengan digelarnya seminar di kampus plat merah yang diisi dengan diseminasi Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/3/2017). Mereka menolak adanya revisi UU KPK ini.Namun, di sisi lain, Rektor USU, Runtung Sitepu menyebutkan, jika seminar di kampusnya tidak ada membahas soal upaya pelemahan KPK.

"Ini justru memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk memberikan masukan. Tentu saja berkaitan dengan draf Rancangan UU itu. Di mana jika RUU dianggap memperlemah KPK, saya kira ini akan mendapat sorotan tajam nanti dari akademisi," kata Runtung.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP-PWMSU) Shohibul Anshor Siregar menegaskan, revisi Undang - undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah hal penting. Sebab, revisi UU itu hanya memfokuskan kepada hal-hal kecil. Karenanya, Sosiolog jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini menilai, KPK seharusnya menjadi lembaga yang mampu memberantas korupsi secara totalitas. Bukannya memberantas cabang-cabang korupsi tanpa memberantas akarnya.

Ads
"RUU ini tidak urgent untuk dibicarakan. Sebab, hanya terfokus pada isu-isu kecil. Misalnya, penyadapan, SP3, penyitaan, Dewan Pengawas dan Sumber SDM Penyidik. Padahal yang kita butuhkan sekarang adalah, bagaimana membuat sebuah lembaga yang efektif memberantas korupsi, karena dia tahu di mana korupsi yang sesungguhnya terjadi dan di mana akar korupsi itu," tegas Shohibul.

wwwwww