Petani Tapteng Kembangkan Budidaya Jeruk Lemon Impor

Petani Tapteng Kembangkan Budidaya Jeruk Lemon Impor
Jum'at, 17 Maret 2017 12:07 WIB

SIBOLGA - Budidaya jeruk lemon asal impor ternyata memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk mendatangkan keuntungan bagi petani di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bila dikembangkan.

Seperti halnya yang dilakukan Togu Hutajulu, seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Tapteng yang mencoba membudidayakan sekitar 47 batang pohon jeruk lemon impor di lahan miliknya seluas 40 x 20 meter per segi di Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, yang telah mulai menikmati hasil panennya.

"Bibitnya dulu saya dapat dari teman. Katanya ini jeruk lemon impor dari Australia. Saat ini saya sudah mulai panen, ada tujuh kilogram.

Kalau harga pasarannya itu sebenarnya sekitar Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilogram, tapi kemarin saya jual di bawah itu, karena masih sama teman-teman saja," ujar Hutajulu.

Ads
Ia juga mengaku tidak menduga bahwa jeruk lemon itu dapat menghasilkan panen yang baik di Tapteng. Pasalnya, jeruk lemon tersebut biasanya dibudidayakan di daerah dataran tinggi. "Ya karena ini biasa di daerah dingin (dataran tinggi), tapi setelah saya coba, inilah buktinya. Buahnya cukup besar-besar dan produksinya juga banyak," katanya.

Selain harga jual jeruk lemon yang cukup menggiurkan, lanjut Togu, masa produksi per batang dapat bertahan hingga pada usia 15 tahun. "Sementara panennya mulai umur satu tahun tiga bulan. Karena dulu saya beli bibitnya umur tiga bulan, dan sudah saya tanam sekitar satu tahun," tuturnya.

Hingga saat ini, tambah Togu, bila dirata-ratakan, per batangnya produksi yang diperoleh berkisar satu kilogram per batang. "Mungkin jika sudah sering apalagi pupuknya lebih diperhatikan, saya yakin produksinya akan bertambah lagi," katanya.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Ekonomi, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww