Home > Berita > Umum

Ini Alasan MUI Haramkan KB Vasektomi dan Tubektomi

Ini Alasan MUI Haramkan KB Vasektomi dan Tubektomi
Ilustrasi
Jum'at, 17 Maret 2017 10:33 WIB

MEDAN - Kabar mengejutkan keluar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan KB Vasektomi dan KB Tubektomi haram. Hal ini dikatakan Ketua MUI Cabang Medan, Prof Mohammad Hatta saat dihubungi melalui selularnya.

Ia mengatakan MUI memang memperbolehkan program Keluarga Berencana (KB), asalkan tidak bertentangan dengan hukum Islam. Tetapi, katanya, untuk Vasektomi dan Tubektomi MUI tidak merekomendasikan.

Walaupun begitu, katanya, di luar kedua program tersebut, KB jenis lain seperti pil, spiral, suntik, kondom dan implan masih diperbolehkan. Namun, ia juga menegaskan agar pemasangan jenis KB tersebut harus dilakukan oleh orang yang tepat.

"Misalnya, untuk pemasangan KB laki-laki dilakukan oleh laki-laki dan perempuan juga dilaksanakan perempuan," sebutnya.

Ads
Untuk hal ini, Hatta mengaku MUI memang sudah pernah berkoordinasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat terkait hal ini. Tetapi, program tersebut tetap berjalan dan MUI pun tetap dengan sikapnya melarang KB vasektomi dan KB tubektomi.

Ditanya mengenai jika seseorang sudah terlanjur memakai KB Vasektomi dan Tubektomi, apa yang harus dilakukan? Hatta menjawab sebaiknya segera bertaubat dan merehabilitasi diri. Sebagaimana yang diketahui, KB vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis.

Dalam kondisi normal, sperma seharusnya diproduksi dalam testis. Vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen. Sedangkan, KB tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi) sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi. Tubektomi juga bersifat permanen.

Terkait masalah ini, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, Temazaro Zega mempunyai jawaban unik terkait larangan dan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan terkait Vasektomi dan Tubektomi.

Editor:Wewen
Sumber:Tribun
Kategori:Umum, Pemerintahan, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww