Home > Berita > Umum

Kalau Nangis Bertambah Besar, Bocah di Palas Butuh Uluran Dermawan

Kalau Nangis Bertambah Besar, Bocah di Palas Butuh Uluran Dermawan
Kamis, 16 Maret 2017 21:51 WIB
Penulis: Sufriady Halomoan
PADANG LAWAS - Malang nian nasib Ija Harahap, (2). Diusianya yang seharusnya sudah lincah berjalan, kini hanya bisa berbaring tak berdaya. Perutnya yang membesar ditambah kulit yang tipis membuat geraknya terbatas.Ya, anak ketiga dari pasangan Baruman Harahap (31) dan Nur Lela Hasibuan (30) ini punya kelainan sejak ia dilahirkan. Kulit di perutnya begitu tipis, hingga nyaris terlihat urat-uratnya.

Memang kondisi kulitnya sudah sedikit membaik sejak dilakukannya operasi di RSUP H Adam Malik Medan pada khir tahun 2015 lalu.

loading...
"Harapan kita, mau bisa normal sebenarnya. Tapi, karena kondisi yang enggak memungkinkan, operasi untuk kedua kalinya belum bisa," kata Baruman, sang ayah kepada GoSumut Kamis (16/3/2017).

Ads
Baruman menceritakan, kelainan yang ada pada di perut anaknya itu memang sudah terlihat sejak lahir. Kulit perutnya sangat tipis dan lama kelamaan membengkak. "Saat dibawa ke Medan waktu itu, masih sebesar kepalan tangan," terangnya.

Bahkan, kata dokter ketika itu, benjolan di perut sang bocah akan membesar jika anaknya terus menangis. Hal inipun benar adanya ketika sang anak menangis. Kini, besar bagian benjolan lunak itu sudah mencapai sebesar kepalanya.

"Gimana enggak nangis. Namanya anak-anak, susah caranya biar nggak nangis," terang Baruman sembari menceritakan sangat sayang pada anak ketiganya ini.

Baruman pun mengaku sudah tidak ingat lagi nama penyakit anaknya. Hanya saja, ketika itu dokter pernah menyampaikan kepada keluarga bahwa hal ini karena gagal kembar.

Kegelisahannya akan kondisi anaknya pun tak pernah hilang. Ia ingin anaknya bisa normal seperti anak lainnya. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, masalah perekonomian jualah yang membuat mereka urung melaksanakan operasi kedua.

"Hutang yang kemarin aja belum terbayar semua. Habis juga Rp 15 juta waktu itu," tambahnya sembari mengakui pekerjaannya sehari-hari hanya jadi upahan orang.

Memang, saat operasi di RSUP H Adam Malik, ia menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, karena biaya hidup untuk mendampingi juga besar, terpaksa dirinya mencari pinjaman kesana-kemari.

Warga Desa Bire Kecamatan Barumun Tengah ini mengaku tetap tak putus asa akan kesembuhan anaknya. Tentu, ia mengaku sangat berterima kasih jika ada dermawan yang bersedia membantu. "Maklumlah. Upahan orang berapa lah dapat. Kadang, tak ada juga kerjaan," paparnya.

Untuk dermawan yang mungkin berniat membantu operasi kedua Ija Harahap, bisa menghubungi keluarga di nomor 082370694099.
Editor:Fatih
Kategori:Umum, Peristiwa, Padang Lawas, Sumatera Utara
wwwwww