Tren Harga Komoditas Perkebunan yang 'Kinclong' Kerek Daya Beli Petani

Rabu, 15 Maret 2017 14:59 WIB

Data BPS, NTP Sumut secara keseluruhan pada Februari tercatat sebesar 100,33. Namun untuk subsektor unggulan justru masih berkutat di bawah 100. Karena itu, perlu diupayakan agar bisa di atas 100. Karena jika hanya NTP keseluruhan yang menjadi fokus, dampaknya pada petani akan tidak terlihat secara ril.

"Jika indeksnya di bawah 100, tentu tingkat kemampuan petani pasti masih rendah. Harus bisa di atas 100, karena itu level standarnya," kata Gunawan.

Suparno, petani karet di Langkat mengakui harga getah karet yang naik belakangan sangat membantu perekonomian mereka. "Karena sudah hampir lima tahun harganya rendah. Sekarang sudah di atas Rp 10.000 per kg yang artinya sudah di atas harga produksi petani," katanya.

Ads
Dengan harga yang kinclong, petani bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi juga sudah memiliki biaya untuk mengurus kebunnya, seperti memupuk. Tentu petani berharap tren harga akan terus bagus. Kalaupun tidak naik lagi, bisa di level ideal yakni Rp 10.000 per kg, sudah menguntungkan petani karet.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Ekonomi, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww