Home > Berita > Umum

Gadget dan Uang Raib Dijambret, Korban Curiga Parbetor Terlibat

Gadget dan Uang Raib Dijambret, Korban Curiga Parbetor Terlibat
Elisabeth Boru Tamba (30) saat berada di Mapolsek Medan Area
Rabu, 15 Maret 2017 19:17 WIB
Penulis: Rafli Hamdani
MEDAN - Elisabeth Boru Tamba (30) terluka usai dijambret dua bandit jalanan. Uang jutaan, HP dan tablet di dalam tas dibawa kabur pelaku di kawasan Jalan Thamrin, tepatnya di depan Kampus Mikro Skill, Medan, Rabu (15/3/2017), sekira pukul 14.00 WIB.



Sebelum korban dijambret, Boru Tamba ini menumpang betor dari rumahnya hendak belanja ke Swalayan Irian di Jalan Pasar Merah, Medan. Usai berbelanja, korban pun melanjutkan perjalanannya ke Jalan Thamrin dengan menumpang betor yang sama.

Saat betor yang ditumpanginya melintas di Jalan Thamrin, tepatnya di depan Kampus Mikro Skill, dua pelaku yang berboncengan naik sepeda motor langsung merampas tas dari pangkuan koban. Sontak wanita itu dan terjadi tarik-menarik tas tersebut.

Sayang, korban tidak mampu mempertahankan tas tersebut. Koban pun berteriak rampok di atas betor, hingga terjatuh ke badan jalan. Melihat itu, tukang betor bernama Haris (29) turut mengejar pelaku.

Alhasil, upaya tukang betor kala itu tidak membuahkan hasil.

"Aku sempat mengejar pelaku, namun keburu kabur ke arah Jalan Wahidin;" ujar Haris saat mengantarkan korban ke Polsek Medan Area untuk membuat laporan pengaduan.

Kepada petugas, korban menaruh curiga kepada tukang betor. Saat menuju ke Jalan Thamrin, korban dibawa si tukang betor keliling. Mulai dari simpang Jalan Swadaya, balik ke Jalan Pasar Merah dan menuju Jalan Pelajar, Medan.

"Aku jadi heran, mau ke Jalan Thamrin, kok harus musing-musing (keliling, RED). Dari Jalan Pelajar, aku dibawa ke Jalan AR Hakim sampai ke Jalan Bakaranbatu, akhirnya ke Jalan Thamrin," pungkas korban menahan sakit saat terjatuh.

Tak cuma itu, kata korban, tukang betor itu mengutak-atik handphonenya sambil melajukan betornya. Di situ korban mulai merasa curiga. Akibatnya korban merugi satu unit tablet, HP Nokia dan uang sebesar Rp3,5 juta.

Kapolsek Medan Area, Kompol M Arifin melalui Kanit Reskrim AKP Cahyandi menuturkan, laporan korban belum diterima dari penyidik.

"Ntar dulu kita cek. Kalau  sudah korban diperiksa, kasus itu akan ditindaklanjuti," ujarnya.
Ads
Editor:Fatih
Kategori:Umum, Peristiwa, Hukrim, Medan, Sumatera Utara
wwwwww