Penjualan Paksa Buku dari Disdik Buat Pusing Para Kepsek di Labuhanbatu

Penjualan Paksa Buku dari Disdik Buat Pusing Para Kepsek di Labuhanbatu
Buku Pramuka untuk tingkat SD, SMP seluruh Labuhanbatu.
Senin, 13 Maret 2017 15:33 WIB
Penulis: Fendry Nababan

LABUHANBATU - Sejumlah Kepala Sekolah SD, dan SMP di Wilayah Kabupaten Labuhanbatu, merasa resah dengan adanya “penjualan paksa” buku Pramuka Indonesia dan Buku Agama Islam, yang didrop oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Labuhanbatu.

Menurut Kepala Sekolah salah satu SD dan SMP yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, saat ini seluruh SDN yang ada di sembilan kecamatan diwajibkan membeli 2 buah buku dengan harga bervariasi dan pembayaran buku tersebut disarankan dibayar menggunakan uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Dikatakannya, penjualan buku tersebut dikoordinasikan oleh Kepala UPTD mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu inisial T.

Namun yang jadi permasalahan, selain harga buku dirasa sangat tinggi dan tidak masuk akal. Buku Pramuka Indonesia untuk tingkat SD (Siaga),SMP (Penggalang) itu dihargai Rp55.000, dan buku ajaran agama islam sekitar Rp27.000.

"Kata KUPT, Itu sudah perintah tingkat 2, memang benar saya yang menyarankan agar seluruh sekolah menggambil di pos masing masing dari Dinas, bawa buku ini, ini perintah Kadis harus diambil kalau gak mau terserah antar sendiri ke Dinas," katanya.

Meski demikian, ia bersama kepala sekolah lain tidak bisa menolak untuk tidak membeli 2 buku tersebut. Pihak sekolah, tetap saja membeli 2 buku itu meski sangat memberatkan dan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.

loading...
"Kami tidak memiliki kemampuan untuk menolaknya, yah terima saja walaupun tidak sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.


Ads
Editor:Wewen
Kategori:Gonews Group
wwwwww