Home > Berita > Umum

Jalan Sumut-Aceh Berlubang Pemerintah Dinilai Kurang Peduli

Jalan Sumut-Aceh Berlubang Pemerintah Dinilai Kurang Peduli
Mobil minibus dari arah Subulussalam hendak menuju Sidikalang, melewati ruas jalan nasional Desa Nantimbo, Pakpak Bharat yang kerap digenangi air, Senin (13/3/2017). [Helmi]
Senin, 13 Maret 2017 21:42 WIB
Penulis: Helmi

SINGKIL – Pemerintah pusat dinilai kurang peduli terhadap pembangunan infrastruktur jalan nasional di kawasan jalur pantai barat selatan Aceh, Keluhan itu terkait ruas jalan negara lintas Sumatera Utara-Aceh persisnya di Kabupaten Pakpak Bharat dibiarkan berlubang.

Padahal kondisi itu sudah berlangsung setahun lebih, namun jalan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat itu, belum juga ada upaya perbaikan, untuk kelancaran akses menuju Medan Ibu kota Provinsi Sumut, dari Aceh dan sebaliknya.

Baca juga: Supir Angkutan Kutacane-Medan Keluhkan Jalan Tanah Karo Rusak

Warga Sibande, Kabupaten Pakpak Bharat, Iskandar Padang, kepada GoAceh, Senin (13/3/2017) menyebutkan, jalan mulai dari Sidikalang sampai dengan perbatasan Aceh hampir seluruhnya berlubang dan rusak parah, bahkan mobil kecil sudah sulit melintas.

Ads
Meski ada beberapa meter di beberapa titik ruas jalan masih bagus, seperti di Sibande. Namun kondisi terparah di lokasi penurunan Desa Nantimbo, Kecamatan Sitelu Tali Urang. Di ruas jalan ini, tak pernah kering dari genangan air.

“Kemudian ruas jalan mendekati perbatasan Aceh persisnya kawasan Desa Lae Ikan,” ujarnya.

Selain itu, para supir angkutan barang maupun penumpang rute Medan-Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya hingga Meulaboh yang hendak menuju Medan kerap mengeluh.

Kondisi jalan yang rusak parah itu dinilai memperlambat perjalanan dan berbahaya bagi kendaraan barang karena khawatirkan bisa terbalik.

"Jalan mulai dari Sidikalang sampai perbatasan Aceh sudah sebagian hancur, karena parahnya maka harus hati-hati, kalau tidak bisa terbalik, tapi itupun belum juga diperbaiki," keluh salah satu supir pengangkutan barang rute Medan-Singkil, Jamal.

Selain di Pakpak Bharat, tanjakan terjal di jalan nasional persisnya Desa Penanggalan, Subulussalam, Aceh juga sangat berbahaya. Truck barang terkadang harus bongkar muatan baru berani melewati tanjakan terjal dan rusak itu.

Masyarakat sangat berharap agar pemerintah pusat bisa segera memperbaiki dua titik ruas jalan nasional itu. Karena merupakan akses satu-satunya menuju Medan jalur terdekat kawasan pantai barat selatan Aceh.

Baca juga: Parah, Jalan Nasional Ini Bak Kubangan Kerbau

"Biasanya dari Subulussalam bisa ditempuh 2 jam perjalanan sampai ke Sidikalang, tapi sekarang 3 jam baru tembus," keluh warga Aceh Singkil, Khairuman.

Editor:Zuamar
Kategori:Umum
wwwwww