Demokrat Tegas Minta Kasus E-KTP Dituntaskan Meski Ada Indikasi Mencatut Nama Kadernya

Demokrat Tegas Minta Kasus E-KTP Dituntaskan Meski Ada Indikasi Mencatut Nama Kadernya
Agus Hermanto. (istimewa)
Senin, 13 Maret 2017 16:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Demokrat, Agus Hermanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi E-KTP sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

Diketahui, anggota Fraksi Demokrat DPR periode 2009-2014 yang disebut menerima aliran dana dalam kasus e-KTP adalah sebagai berikut Anas Urbaningrum USD 5,5 juta, Mirwan Amir USD 1,2 juta, Ignatius Mulyono USD 258 ribu (meninggal dunia), Taufik Effendi USD 103 ribu, Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu, M Jafar Hafsah USD 100 ribu dan Marzuki Alie Rp 20 miliar.

"Jadi begini, kita ketahui yang disebut tentunya bukan hanya dari fraksi partai Demokrat. Hampir seluruh fraksi yang saat itu ada, itu juga disebutkan. Tentunya ini juga harus diproses sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku sehingga kami persilakan KPK untuk betul-betul mengusut E-KPT ini secara tuntas berkeadilan, transparan dan akuntabel," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/3).

Namun Agus membantah Partainya tidak terkait dengan kasus yang merugikan negara hingga triliunan rupiah ini.

Ads
"Untuk hal-hal yang berkaitan dengan partai demokrat, kita ketahui bahwa untuk partai demokrat saya yakini 100 persen tidak ada yang terkait masalah ini," tegasnya.

Sementara untuk kadernya yang terlibat, kata Agus, pihaknya telah mengklatifikasi.

"Untuk anggota memang sudah beberapa klarifikasi. Kita tanya pak Jafar (Mohammad Jafar Hafsah,red). Janganlah mengatakan bahwa dia tidak pernah menerima. Kemudian pak khotibul Umam Wiranu pun  demikian. Kalau pak Taufik effendi kan sudah pindah ke Geindra," tambahnya.

Anak buah Soesili Bambang Yudhoyono ini sekali lagi menegaskan bahwa partainya tidak terkait dengan kasus E-KTP.

"Sekali lagi saya tegaskan, Partai Demokrat tidak sama sekali terkait masalah e-KTP ini," pungkasnya. ***
wwwwww