Tragis,, Selamatkan Peralatan Dapur saat Banjir, Ayah dan Anak di Inhu Tewas Tenggelam di Kanal Perusahaan

Tragis,, Selamatkan Peralatan Dapur saat Banjir, Ayah dan Anak di Inhu Tewas Tenggelam di Kanal Perusahaan
Salah seorang korban saat dievakuasi.
Minggu, 12 Maret 2017 23:56 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Sejak seminggu ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau mulai direndam banjir. Terutama yang berada di daerah DAS (daerah aliran sungai).

Salah satunya beberapa desa yang ada di Kecamatan Pasir Penyu. Saat ini, puluhan rumah warga di wilayah itu terendam banjir. Kondisi terparah di perumahan karyawan PT Seko Indah yang berada di Desa Petalongan.

Sejak Rabu 8 Maret 2017 lalu, puluhan rumah karyawan PT Seko Indah telah direndam banjir dengan ketinggian diperkirakan lebih dari 1 meter. Sehingga para karyawan tersebut harus diungsikan.

Tidak hanya merendam tempat tinggal mereka, berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum GoRiau.com, bajir juga telah merenggut dua korban jiwa.

Ads
Korban diketahui bernama, Usman Nasution (55) dan Krisjayanto Nasution (18). Kedua korban merupakan bapak dan anak yang juga sama-sama karyawan perusahaan kelapa sawit PT Seko Indah.

"Kedua korban merupakan anak dengan bapak. Korban tewas setelah tenggelam di kanal blok 10/11 PT Seko Indah yang ada di Desa Petalongan. Diduga korban terperosok dan tenggelam," kata Yantoni, salah seorang rekan kedua korban yang juga tinggal di perumahan tersebut.

Dikatakan Yantoni, insiden itu terjadi pada, Sabtu (11/3/2017). Awalnya, kedua korban pergi dari tempat pengungsian di Dusun Sungai Kemiri, Desa Pematang Jaya menggunakan sepeda motor menuju perumahan karyawan untuk mengambil peralatan dapur yang ketinggalan.

Sesampai di Pos Satpam, karena bajir mereka menitipkan sepeda motornya dan berjalan kaki menuju perumahan. Saat itu diperkirakan pukul 13.00 WIB. Namun, hingga malam sekira pukul 21. 00 WIB, kedua korban tak kunjung keluar dari areal perumahan itu.

"Merasa khawatir, kami bersama karyawan lain melakukan pencarian, namun tidak ditemukan dan yang ditemukan hanyalah barang-barang berupa, kompor dan piring yang terapung. Karena sudah malam, pencarian dilanjutkan keesokan harinya," tutur Yantoni, Minggu (12/3/2017) di rumah sakit.

Karena kanal tersebut cukup dalam, pencarian korban dilakukan dengan cara menyelam. Benar saja, korban ditemukan di dasar kanal persis dilokasi ditemukannya barang-barang milik korban.

"Kedua korban ditemukan, Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Pematang Reba," pungkasnya menuturkan.

Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni menjawab GoRiau.com, melalui Humasnya Iptu Yarmen Djambak membenarkan kejadian itu. "Benar, saat ini jasad korban disemayamkan di kamar jenazah guna menunggu pihak keluarga dari Sumatera Utara," ujarnya.

Dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter, kedua korban meninggal murni karena tenggelam. Hasil visum menunjukan tidak ada hal yang menjanggal pada jasad keduanya.

"Hasil konfirmasi kita terakhir, jasad korban sudah dimandikan pihak RSUD dan akan dibawa pihak keluarga ke kampung halaman di Sumut," pungkas Yarmen.*** #Ingin Tahu Berita INHU Selengkapnya, Klik Disini

Kategori:Peristiwa
wwwwww