Wonderful Indonesia Eksis di ITB Berlin, Ini Kata Menpar Arief Yahya

Wonderful Indonesia Eksis di ITB Berlin, Ini Kata Menpar Arief Yahya
Both Kemenpar di ITB Berlin. (istimewa)
Rabu, 08 Maret 2017 19:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Juara bertahan 2016 Wonderful Indonesia, kembali tampil di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Pameran pariwisata terbesar di dunia, yang setiap tahun digelar di Messe, Berlin. Mulai 8-12 Maret 2017 ini, booth paling impresif dengan desain Kapal Phinisi milik Kementerian Pariwisata itu hadir kembali dengan desain yang lebih keren.

Tahun lalu ada 10.000 peserta pameran, dari 187 negara, dan dikunjungi 180 ribu orang, baik sellers maupun buyers. Indonesia sendiri tahun lalu tampil dengan 100 peserta dan 28 appointment, dan tahun ini meningkat 124 exhibitors, 34 appointment dengan buyers dunia. Hasil transaksi tahun lalu USD 375.605, dan proyeksi tahun ini menjadi USD 470.000.

"Ini adalah pameran pariwisata terbesar di dunia, dan hampir semua negara tampil all out di ITB Berlin. Industri, government, asosiasi, saling bertemu dan menawarkan produk destinasinya. Ketika semua pelaku pariwisata dunia berkumpul di satu tempat, ini momentum tepat membuka mata dunia dengan branding Wonderful Indonesia," kata Menpar Arief Yahya, di Berlin.

Karena itu, menjadi booth paling atraktif, paling eye catching, paling menonjol, paling unik, paling interaktif, hidup, kaya sentuhan kreatif, dalam bingkai national brand, itu menjadi penting. Kemenpar sudah membuktikan, tahun 2016 lalu juara 1, memperoleh predikat "The Best Exhibitors Award 2016" untuk kategori Asia, Australia, Oceania.

Ads
Indonesia mengalahkan Korea Selatan yang tampil penuh teknologi, gemerlap dengan LED, dihias culture activities, counternya dijaga pria wanita dengan baju adat Korea, dan bagi-bagi souvenir dan snack khas Korea. Indonesia juga menaklukkan Incredible India, yang dikenal sangat ramai dengan suara tetabuhan dan tarian-tarian yang sering ditonton di film India itu.

Wonderful Indonesia karya Kemenpar itu membabat habis semua exhibitor dari 73 negara, 3 continental, 1466 exhibitors. Tahun 2017 ini? "Targetnya juara lagi. Kali ini kami ingin juara dunia! Juara 5 benua, 187 negara, dan menjadi Best of The Best!" kata Arief Yahya, Mantan Dirut PT Telkom itu.

Mengapa harus mengejar juara di Berlin? Arief Yahya menyebut 3C, yakni Calibration, Confidence dan Credibility.

Pertama Calibration, adalah menggunakan standar global, untuk menjadi pemain global. "Karena kita tahu, sedang bersaing dengan negara lain, di dunia, maka kita harus mengikuti kriteria yang mereka gunakan, lalu kita kalibrasi, menciptakan produk yang rujukannya standarnya dunia," jelasnya.

Kedua, Convidence! Juara harus direbut, untuk menaikkan confidence level, kepercayaan diri sebagai bangsa besar, yang mampu bersaing di creative industry. "Confidence ini penting, untuk meyakinkan kepada diri kita dan bangsa kita sendiri, bahwa kita bisa unggul di sini, di pariwisata. Kita juara! Kita nomor satu, dengan standar penilaian yang sama," ungkapnya.

Sedangkan ketiga, credibility. Kalau confidence itu lebih ke dalam, internal, bangsa sendiri. Kalau credibility itu lebih ke luar, prrcaya diri, pede, tidak minder, tidak inferior, dan terpercaya. "Inilah yang menaikkan value, mengangkat nilai tawar, dan makin dikenal karena reputasi juaranya. Sepanjang tahun 2015-2016, kami juara dimana mana," jelas Arief Yahya.

Persepsi dunia akan Indonesia, salah satunya dibangun melalui branding dan reputasi juara di mana-mata seperti ini. "Dan saya selalu melihat momentum. Ketika Piala Eropa di Prancis, kami branding bus pariwisata keliling Paris. Ketika WTM London, kami bungkus 400 black cab taxi dan bus double decker ikonnya London. Ketika Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud berkunjung ke Jakarta dan Bali, kami placement di Aljazeera Channel, CNN International, media Arab dan media sosial," jelasnya panjang.

Di ITB Berlin, Menpar Arief Yahya bakal hadir bersama dengan para pelaku industri pariwisata, dan perwakilan daerah yang ikut menjadi peserta. Arief Yahya didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika, Nia Niscaya. ***
wwwwww