Terkuak, Belasan Anak di Tapsel Jadi Korban Sodomi

Terkuak, Belasan Anak di Tapsel Jadi Korban Sodomi
Salah satu korban didampingi orangtuanya saat membuat laporan ke Mapolres Tapanuli Selatan, Senin (6/3/2017).
Senin, 06 Maret 2017 22:08 WIB
Penulis: Reza

TAPANULI SELATAN - Belasan anak masih berusia dini didampingi masing-masing orangtua mendatangi Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (6/3/2017). Mereka melaporkan aksi bejat pelaku yang diduga melakukan pencabulan 'Sodomi' di Desa Janji Manaon, Batang Angkola, Tapsel.

N Hasibuan (40), salah satu orang tua korban yang 'menguak' kasus bejat ini menceritakan, Senin (27/2/2017) lalu, anaknya RAH (5) mengeluh sakit dibagian duburnya, putranya yang masih sekolah tingkat TK ini mengaku 'disodomi' oleh SH (35) yang kediamannya berdekatan dengan mereka.

"Anak saya yang pertama kali mengaku disodomi, dia mengeluh bagian duburnya sakit, terus saya tanyain dan dia menceritakannya," ungkapnya saat ditemui di Satreskrim Polres Tapsel, Senin (6/3/2017).

Mendengar pengakuan putranya, pria yang bekerja sebagai penjaga salah satu sekolah di Desa Janji Manaon, Batang Angkola ini mendatangi pelaku dan menanyainya. Pelaku yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini mengakui perbuatannya, mendapat pengakuan tersangka, NH langsung melaporkannya kepada pihak desa setempat.

Ads
"Sempat saya tanyai, dan ia mengaku sudah 'ngapain' anak saya. Dari pengakuannya, saya laporkan sama Kepala Desa dan pihak desa lainnya," terang NH dan mengaku putranya sempat trauma paska kejadian itu.

Rupanya, dari laporan NH ke pihak desa, didengar oleh warga setempat lainnya. Sontak, kabar tersebut geger dan membuat warga menanyai anak-anaknya yang sering dekat dengan tersangka.

"Dari laporan saya itu, barulah banyak warga lainnya menanyai anaknya, dan semua yang dekat dengan tersangka mengaku pernah dicabuli," jelasnya.

Kemudian, warga pun membuat pertemuan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan langsung membuat laporan ke Polsek Batang Angkola.

"Rupanya di Polsek kami diarahkan ke Polres, karena di Polres Tapsel yang berhak mengurus masalah ini," kata NH dan sudah dimintai keterangannya oleh penyidik.

Untuk jumlah berapa anak yang menjadi korban, NH mengaku, dari pengakuan sejumlah orang tua dan anak-anak yang ada, diperkirakan mencapai 17 orang bahkan lebih.

"Dan yang datang ke Polres saat ini ada sebanyak 12 korban didampingi orangtua masing-masing. Tapi jumlah korban kabarnya ada sebanyak 20 orang," tukasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Jama K Purba melalui Kaurbin Ops Iptu SR Batubara mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan terhadap para korban. Dan untuk jumlahnya, sementara diperkirakan sebanyak 17 orang.

"Masih kita lakukan pemeriksaan dengan memintai keterangan dari masing-masing korban, kemudian kita lakukan visum." Bebernya.

wwwwww