Home > Berita > Umum

Siswa SMP Bogor 'Mencari Tuhan' ternyata di Brastagi, Kirim Pesan Protes Disebut Hilang

Siswa SMP Bogor Mencari Tuhan ternyata di Brastagi, Kirim Pesan Protes Disebut Hilang
Foto Ekin Sura Totonta Bangun dan surat yang ditinggalkan sebelum pergi dari rumah (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)
Senin, 06 Maret 2017 09:45 WIB

BRASTAGI - Rasa lega sekaligus haru dirasakan oleh kedua kedua orangtua Ekin Sura Totonta Bangun (14) yang dikabarkan menghilang sejak Selasa (28/2/2017).

Siswa SMP Negeri 1 Cibungbulang ini telah ditemukan pada Sabtu (4/3/2017).
Ayah Ekin, Teger Bangun mengatakan bahwa itu merupakan kejutan baginya, karena Ekin telah ditemukan di Brastagi, Sumatera Utara.

"Ini kejutan, Puji Tuhan dia sudah kembali," ujar Teger kepada TribunnewsBogor.com melalui pesan WhatsApp.

Kedua orangtua Ekin pun berusaha mencari semaksimal mungkin tentang keberadaan Ekin saat dirinya meninggalkan rumah.

Ads
Ekin diketahui tinggal di sebuah gereja di sana.

"Kejutan pak, dia chatting ke facebook saya, dia protes karena membaca pemberitaan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ekin pergi dari rumahnya dengan meninggalkan sepucuk surat.

Satu diantara kutipan dalam surat tersebut yaitu Ekin menita kepada kedua orangtuannya dengan tidak memberitakan kehilangan dirinya kepada media sosial ataupun media masa.

Berikut isi suratnya:

Salam sejahtera

Bapak terima kasih atas 14 tahun ini telah merawat dan terima kasih bapak apa yang engkau ajarkan dan juga ibu terima kasih telah merawat saya dan mengajarkan apa itu etika dan tata krama dan terima kasih telah meberikan sebuah pendidikan dan juga mama tua yang memberikan pendidikan dalam bidang permaian dan terima kasih atas beli yang telah memberikan pelajaran tentang kesabaran.

Tetapi dalam hal itu dalam hal itu saya berterimakasih atas segalanya, tetapi saya (Ekin) akan pergi ke rumah Tuhan, saya akan meninggalkan segala keinginan duniawi karna bapa di surga telah memilih saya dan saya telah menyerahkan diri saya kepada bapa di surga seperti firman (bukan aku memilih aku, tetapi aku memilih kamu) karena Tuhan telkah memilihku dari jutaan orang dan mohon maaf sata pergi ke rumah ini san siapa yang memulai dialah yang mengakhiri dan saya yang menjalani hidup saya dan sebab Tuhan yang merencanakan apa yang saya jalani dan Tuhan beserta ku sekalipun aku jalan dalam lembah kekelaman, ALLAH memilih saya dan selfi sehat-sehat kan semakin dekatlah dengan ALLAH jangan karna hal ini kalian akan semakin jauh dengan bapa di Sorga.

Rajin kamu kerja dan Seli jangan kamu marah-marah dengarkan kata orangtua mu, mama merawa rusur nujur.

Seli matua tutus elular semoga sehat-sehat kamu. Dan katakan enda (hal ini) ke orang lain termasuk media sosial dan secara lisan. Sebab saya bukan hilang tapi saya pergi, ini rahasia urusan saya dengan tuhan.

Tunggu 9 tahun.

Terima kasih

Ekin bangun.

Editor:Fatih
Sumber:tribun medan
Kategori:Umum, Peristiwa, Karo
wwwwww