Marelan Miliki Potensi Jadi Sentra Produksi Bawang Merah

Marelan Miliki Potensi Jadi Sentra Produksi Bawang Merah
Minggu, 05 Maret 2017 09:36 WIB

MEDAN - Medan Marelan dikenal sebagai salah satu sentra produksi sayur-mayur di Sumatera Utara (Sumut). Dengan tanah yang subur dan kemampuan petaninya, berbagai jenis sayuran pun dibudidayakan.

Sejak beberapa tahun belakangan, petani di Medan Marelan mulai bertanam bawang merah. Nantinya, Medan Marelan akan dijadikan sebagai sentra produksi bawang merah di Medan.

Marketing Representative Panah Merah East West Seed Indonesia Salwani mengatakan hal tersebut, ketika berbagi pengalaman dengan petani bawang merah di lahan bawang merah di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Dikatakannya, tahun ini, pihaknya melaksanakan program akselerasi bawang tuktuk 2017.

Ads
"Sebenarnya bawang merah tuktuk Panah Merah sudah banyak ditanam petani dari Sabang sampai Merauke sejak tahun 2006. Namun mengalami pasang surut/naik turun," kata Salwani.

Di Sumut, kata dia, benih bawang merah berupa biji ini sudah ditanam di lahan seluas 20 hektare. Dengan terus memperkenalkannya kepada petani, ditargetkan tahun ini akan ditanam di lahan seluas 50 hektare.

Yang masih menjadi permasalahan adalah, umumnya petani mengetahui pertanaman bawang merah dari umbi. Padahal, untuk bertanam bawang merah bisa dilakukan dengan biji.

Menurutnya, bertanam bawang merah dengan umbi membutuhkan biaya besar. Sebagai contoh, kata dia, dalam satu hektare dibutuhkan satu ton benih berupa umbi. Harga benih bawang merah mencapai Rp 50.000 per kg. Dengan begitu, biaya yang dibutuhkan untuk benih saja sudah mencapai Rp 50 juta.

Benih itu pun tidak bisa bertahan lama dan harus segera ditanam. Sedangkan dengan biji, lahan satu hektare hanya membutuhkan benih lima kilogram atau senilai Rp 7,5 juta.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Gonews Group
wwwwww