Home > Berita > Umum

Operasi Simpatik Toba 2017 Lebih Kedepankan Tindakan Persuasif dan Edukasi

Operasi Simpatik Toba 2017 Lebih Kedepankan Tindakan Persuasif dan Edukasi
Apel Simpatik Toba 2017 yang dipimpin AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH Operasi
Kamis, 02 Maret 2017 09:17 WIB

TANJUNGBALAI - Jajaran Polres Tanjung Balai melaksanakan gelar Pasukan kepolisian terpusat "Simpatik Toba 2017" acara dilaksanakan dihalaman Mapolres Tanjungbalai. Apel yang dipimpin AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kesiapan personil maupun sarana dan prasarana dalam melaksanakan tugas sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal.

Operasi Simpatik Toba 2017 sendiri mengambil tema " Meningkatkan Kesadaran Kepatuhan Masyarakat Dalam Berlalu Lintas Guna Mengwujudkan Kamseltibcar Lantas di Wilayah Hukum Kota Tanjung Balai".

Turut hadir dalam apel gelar pasukan Wakil Walikota Tanjung Balai Drs H. Ismail, Ketua DPRD Tanjung Balai, Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai, Dandim 0208/AS, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Kajari Tanjung Balai, Kepala Imigrasi, Kalapas, Ketua Pengadilan Agama Tanjung Balai dan para pejabat Utama Polres Tanjung Balai

Sambutan Kapoldasu Irjen Pol Royke Lumowa MM yang dibacakan Kapolres Tanjung Balai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH mengatakan, Operasi yang menyasar pada pemeriksaan kelengkapan surat-surat berkendara ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Pelanggaran batas kecepatan, pelanggaran rambu lalu lintas tetap akan ditindak. Ini untuk menurunkan angka fatalitas dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas itu sendiri.

Ads
Operasi Simpatik Toba 2017 lebih mengedepankan tindakan persuasif dan edukasi kepada masyarakat. Meskipun mengedepankan edukasi dan persuasif, polisi tak segan memberikan bukti pelanggaran kepada pengendara yang melanggar lalu lintas", Ujarnya

AKBP Tri Setyadi Artono juga mengaku, untuk seluruh Indonesia, jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2015 sebanyak 5.439.052 kasus dan pada tahun 2016 sebanyak 6.272.375 kasus, ini berarti ada kenaikan 15%, sedangkan teguran pada tahun 2015 sebanyak 2.526.162 pelanggaran dan pada tahun 2016 sebanyak 2.225.404, pelanggaran sehingga terjadi penurunan -11%.

Untuk kecelakaan lalu lintas pada tahun 2015 sebanyak 98.970 kejadian dan pada tahun 2016 sebanyak 105.374 kejadian, sehingga terjadi kenaikan 6%. Sedangkan untuk korban yang meninggal dunia pada tahun 2015 sebanyak 26.495 orang dan untuk tahun 2016 sebanyak 25.859 orang. Sehingga ada penurunan -2%.

Dilaksanakannya Operasi Simpatik Toba 2017 Kata Tri Setyadi Artono lagi, meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dijalan raya serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas serta terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang hari Bhayangkara ke-70 tahun 2017," Imbuh Kapolres Tanjung Balai mengakhiri.

Editor:Wewen
Kategori:Umum, Gonews Group, Asahan, Sumatera Utara
wwwwww