Wali Kota Bandung Ridwan Kamil Beri Penghargaan pada Siswa yang Kejar Pelaku Bom Panci

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil Beri Penghargaan pada Siswa yang Kejar Pelaku Bom Panci
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan jaket rescue kepada pelajar SMAN 6 Bandung (Foto: Sindonews)
Selasa, 28 Februari 2017 12:34 WIB

BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil secara simbolis memberikan jaket rescue berwarna oranye kepada siswa SMAN 6 Bandung yang mengejar pelaku bom panci yaitu Lupy M dan Syafii Nurhikmah.

"Atas keberaniannya, saya apresiasi, khususnya 10 orang anak yang diwakili dua orang ini, Syafii dan Lupy," ujar Ridwan Kamil dalam apel pagi di SMAN 6 Bandung, Selasa (28/2/2017).

Jaket itu kemudian dipakaikan oleh Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Ferdy Ligaswara. Dalam kesempatan itu, Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- mengucapkan terimakasih kepada para siswa SMAN 6 Bandung yang heroik.

"Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada siswa SMAN 6 Bandung," puji Emil disambut tepuk tangan meriah dan sorakan peserta upacara.

Ads
Lupy M dan Syafii Nurhikmah menceritakan kisahnya saat insiden bom terjadi. Saat bom meledak, menurut mereka, di lokasi sedang banyak siswa SMAN 6 yang berolahraga. Usai bom meledak, Lupy, Syafii, dan beberapa siswa lainnya mengejar pelaku.

"Dia sempat oleng pas bangun (setelah bom di dalam tasnya meledak). Kita langsung reflek melakukan pengejaran. Tapi saat dikejar, dia ngeluarin pisau untuk ngelindungin diri," kata Lupy.

Pelaku kemudian lari ke arah Kantor Kelurahan Arjuna. Sekira 10 siswa lantas melakukan pengejaran. Setelah pelaku masuk, Lupy dan Syafii juga ikut masuk. Keduanya mengarahkan agar para pegawai di kelurahan segera keluar untuk menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

"Keluar, Pak, Bu, nanti takutnya ada sandera atau apa," ucap Lupy mengulang perkataannya seperti saat di kelurahan.

Saat petugas kelurahan berhamburan keluar, Lupy sempat meminta pelaku untuk menyerah. "Saya sempat bilang lebih baik Anda menyerah sebelum Anda mati. Tapi dia bilang 'tidak bisa' sambil memainkan (mengacungkan) pisau," jelasnya.

Syafii menambahkan, setelah terjadi aksi saling ancam, pelaku mencoba bersembunyi ke lantai atas. Setelah itu, ia menendang pintu kantor kelurahan agar tertutup. Polisi kemudian datang dan akhirnya bisa melumpuhkan pelaku.(okz)

Editor:Arie RF
Sumber:okezone.com
Kategori:Gonews Group, Peristiwa
wwwwww