Sidang Korupsi Terminal Terpadu Amplas Rp10 M

Kejatisu Menunggu Satu Tersangka Sehat, Periksa Mantan Kadis Perkim Kota Medan

Kejatisu Menunggu Satu Tersangka Sehat, Periksa Mantan Kadis Perkim Kota Medan
Terminal Terpadu Amplas
Senin, 27 Februari 2017 14:28 WIB
Penulis: Indra BB

MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tengah menunggu satu tersangka sehat untuk segera mencari bukti baru dalam pemeriksaan Gunawan dalam menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi ‎‎proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas sumber dana APBD Pemko Medan Tahun Anggaran 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih.

Menurut Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, pihaknya saat ini tengah menunggu satu tersangka yang mangkir saat pemanggilan sebagai tersangka karena sakit yakni Direktur PT Welly Karya Nusantara, Tiurma Pangaribuan. Dalam pengerjaan proyek Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Medan yang menggunakan dana APBD 2014-2015 senilai Rp10 miliar, Tiurma bertindak selaku rekanan.

" Kita akan kembali jadwalkan pemanggilan ketiga tersangka dalam waktu dekat guna pemeriksaan lanjutan, terutama tersangka Tiurma untuk mengkonfrontir keterangannya dengan tersangka lain dan untuk mencari keterlibatan dia (Gunawan) dalam kasus ini," beber Sumanggar, Senin (27/2/2017)

Namun Sumanggar menjelaskan pihaknya belum bisa pastikan kapan akan melakukan pemeriksaan tersebut karena Tiurma masih harus dirawat di salah satu RS di Jakarta.

Ads
"Kita belum bisa jadwalkan karena masih menunggu dia (Tiurma) sehat dulu baru dijadwalkan kembali untuk mendalami adanya dugaan keterlibatan Gunawan," jelasnya.

Disinggung apakah nantinya jika ketiga tersangka hadir memenuhi panggilan penyidik langsung melakukan penahanan atau tidak. Sumanggar menjawab singkat.

"Kita lihat nanti yah. Apakah dari keterangan tersangka bisa ditahan atau belum," pungkasnya.

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan tiga tersangka. Karena Kejatisu sendiri, mengakui proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas, yang dikerjakan oleh Dinas Perkim Kota Medan, amburadul dan tidak sesuai dengan kontrak kerja yang dilakukan.

Dengan itu, sudah dipastikan ada dugaan melawan hukum dalam proyek tersebut, sehingga ‎revitalisasi Terminal Terpadu Amplas sumber dana APBD Pemko Medan Tahun Anggaran 2014-2015 senilai Rp 10 miliar lebih, terindikasi korupsi dan merugikan negara.

Sebelumnya penyidik Kejatisu sudah memanggil tiga tersangka dan dari ketiga tersangka hanya dua yang memenuhi panggilan penyidik.

Anehnya, penyidik enggan untuk melakukan penahanan terhadap kedua tersangka dengan alasan akan diperiksa kembali pekan depan.

Editor:Wewen
Kategori:Hukrim, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww