Home > Berita > Umum

Hasan Basri Haramkan Uang Kutipan Sertifikasi Guru

Hasan Basri Haramkan Uang Kutipan Sertifikasi Guru
Senin, 27 Februari 2017 21:18 WIB
MEDAN - Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri MM mengharamkan uang kutipan sertifikasi guru di Kota Medan. Hal ini ditegaskannya menjawab pertanyaan anggota DPRD Medan H.Asmui Lubis sekaitan dengan permasalahan sertifikasi guru di Kota Medan."Soal kutipan itu, kami mengharamkan seluruh kutipan terhadap sertifiksdi guru," jelas Hasan dalam rapat evaluasi kinerja Dinas Pendidikan Kota Medan dengan Komisi D DPRD Medan, Senin (27/2/2017) yang dipimpin Ketua Komisi B Sahat Maruli Tua Tarigan.

Hasan menjelaskan, masalah pungli yang terjadi dalam permasalahan sertifikasi guru dipengaruhi banyak faktor. "Faktor individu guru juga menjadi masalah, misalnya banyak diantaranya dari guru-guru yang mau sertifikasi tidak mempu menyiapkan berkasnya sehingga mereka terpaksa mengeluarkan uang dengan membayar orang," jelas Hasan dalam rapat yang dihadiri sejumlah anggota Komisi B DPRD Medan.

Kemudian soal data Dapodik, Hasan mengakui banyak guru yang tidak mempu melihat data dapodik sehingga menyuruh orang.

Ads
"Bayangkan saja, mereka tidak mengetahui dan mampu membuka data dapodik di internet, makanya mereka keluar duit," jelasnya.

Dalam permasalahan ini, Hasan juga tidak menampik adanya oknum di Dinas Pendidikan yang bermain."Jadi ini memang banyak faktor," jelasnya.

Mengenai dana sertifikasi, Mantan Kadis Pendidikan Era Walikota Medan Abdillah ini mengakui, semua uang sertifikasi masuk rekening pribadi guru.

"Jadi tak mungkin ada pemotongan, melainkan mereka mengantar uang itu," jelasnya.

Dalam persoalan ini, Hasan berjanji akan memaksimalkan tim saber. "Kita sudah ada tim saber, kalau tak mau dicegah kita tangkap," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Medan meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan tindakan tegas terhadap praktek pungli terhadap perogram sertifikasi guru.

"Kita banyak menerima laporan diantaranya soal pungli sertifikasi guru. Untuk itu kita minta tidak ada lagi praktek seperti ini," jelas Asmui.
Editor:Fatih
Sumber:Dnaberita.com
Kategori:Umum, Peristiwa, Pendidikan, Pemerintahan, Medan
wwwwww