Harga Cabai Anjlok ! Petani Cabai Kelimpungan Tutupi Biaya Perawatan

Harga Cabai Anjlok ! Petani Cabai Kelimpungan Tutupi Biaya Perawatan
Minggu, 26 Februari 2017 11:40 WIB

LUBUKPAKAM - Petani cabai di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, mengaku kelimpungan menutupi biaya perawatan karena harga cabai anjlok. Bahkan, cabai yang biasanya disemprot dua hari sekali, kini menjadi dua minggu sekali. Begitu juga pemupukan yang dilakukan tiga hari sekali menjadi dua minggu sekali.

Malah jika petani yang memiliki lahan hingga mencapai satu hektare sudah tidak dipupuk sama sekali.

Hal itu terjadi karena biaya perawatan tak sebanding dengan harga jual cabai itu sendiri. Akibatnya, produksi cabai yang biasanya bisa mencapai 20 ton per hari, kini hanya tinggal tiga ton per hari.

Meski demikian, para petani cabai di daerah itu masih tetap melakukan aktifitasnya meski sudah berkurang. Mereka berharap harga kebutuhan dapur tersebut bisa merangkak naik.

Ads
Saat ini harga di tingkat petani Rp 12.000/kg, tapi harga tersebut masih belum mencukupi untuk menutupi biaya perawatan. Apalagi dua minggu lalu harganya sempat menyentuh Rp 8.000/kg.

"Untuk pekerja mengutip cabai saja kita harus mengeluarkan Rp 80.000 per orang, sementara paling sedikit kita mempekerjakan lima orang. Artinya, sekitar Rp 400.000 yang harus kita keluarkan untuk biaya panen. Sedangkan hasil maksimal pekerja antar 25 kg hingga 30 kg perhari. Kalau harga Rp 12.000/kg berarti maksimal kita baru mendapat Rp 1,8 juta," kata Ketua Petani Cabai Juli Tani Yareli didampingi Sekretarisnya Herianto ketika meninjau lahan pertanian Cabai di Dusun Juli Desa Sidodadi R Kecamatan Beringin.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Ekonomi, Gonews Group, Deli Serdang, Sumatera Utara
wwwwww