Home > Berita > Umum

Diduga Kelainan Jiwa, Seorang Pria Lukai Warga dengan Sajam

Diduga Kelainan Jiwa, Seorang Pria Lukai Warga dengan Sajam
Pria diduga mengalami gangguan jiwa (tengah) yang melakukan penyerangan saat diinterogasi petugas Polsek Sunggal
Sabtu, 25 Februari 2017 16:45 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN - Entah setan apa yang merasuki Agus Hasiholan Lubis (26), sehingga nekat melakukan penyerangan di kediaman Berliana Simanjuntak (42) warga Jalan Sekolah Dusun X No. 6, Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal hingga mengakibatkan suami korban mengalami luka. Akibatnya, warga Jalan Lumban Bagasan Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang yang diduga memiliki kelainan jiwa itupun harus berurusan dengan Kepolisian Sektor Sunggal. Sebab, korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi sesuai tanda bukti laporan Nomor : LP/170/K/II/2017/SPKT, tanggal 23 Pebruari 2017.

Ikhwal kejadian itu bermula saat korban dan suaminya berada di rumah. Tiba-tiba, tanpa tahu sebab musabab, pria pengangguran itu datang dengan menghunus sebilah parang langsung menendang pintu rumah korban seraya menebar ancaman. 

"Jadi pelaku dengan parang di tangan datang ke rumah korban dan langsung mendobrak pintu rumah tersebut sembari menebar ancaman," kata Kepala Kepolisian Sektor Sunggal, Kompol Daniel Marunduri S.IK didampingi Kanit Reskrim Iptu Nur Istiono dan Panit Reskrim Martua Manik. 

Ads
Kompol Daniel menjelaskan, seketika pelaku mengayunkan senjata di tangannya ke arah korban. Beruntung, korban dapat menghindari tebasan Agus dengan mendorongkan lemari sebagai perisainya sembari berteriak.

"Nah, teriakan korban didengar oleh suaminya dengan mendatangi sang istri dan langsung bergumul dengan pelaku yang mengakibatkan suami korban mengalami luka," jelas alumnus Akpol tahun 2004 ini. 

Orang nomor satu di Mapolsek Sunggal ini juga menyebutkan, antara pelaku dan korban selama ini tidak ada masalah. Namun, pelaku diduga mengidap gangguan jiwa hingga nekat melakukan penyerangan terhadap korban.

"Menurut keterangan korban, antara ia dan pelaku tidak ada perselisihan," sebutnya. 

Ditambahkannya, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan psikiater untuk mengetahui sejauh mana gangguan jiwa pelaku penyerangan itu.

"Pelaku ketika diperiksa sering tidak nyambung. Dari itu, kita akan berkoordinasi dengan psikiater," tambah mantan Kepala Unit Ekonomi Sarltuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Medan ini. 
Editor:Fatih
Kategori:Umum, Peristiwa, Hukrim, Medan
wwwwww