Jalinsum Sibuhuan-Sosopan Terputus Dihantam Longsor

Jalinsum Sibuhuan-Sosopan Terputus Dihantam Longsor
Jalan perbatasan desa Ulu Aer dengan Hulim yang selama ini sudah dalam kondisi gawat darurat, akibat derasnya guyuran hujan, maka badan jalan juga terputus total akibat bencana longsor
Kamis, 23 Februari 2017 15:38 WIB
Penulis: Sufriady Halomoan

PADANG LAWAS-Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Sibuhuan-Sosopan tepatnya jalan antara desa Ulu Aer dengan desa Hulim terputus. Kondisi demikian terjadi pasca guyuran hujan deras Rabu (22/2/2017) mulai pukul 19.30 Wib sampai pukul 24.00 Wib.

Pantauan GoSumut Kamis (23/2/2017), kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan, karena disepanjang jalan mulai dari desa Pagaranbira Julu sampai desa Hulim terdapat genangan air, dan lumpur bercampur batu-batu krikil tajam yang berasal dari longsoran pegunungan, bahkan ada juga badan jalan yang longsor.

Berdasarkan hasil hitungan, badan jalan yang longsor terdapat 10 titik, jalan berlumpur bercampur batu-batu krikil sebanyak 10 titik, dan badan jalan yang digenangi air sebanyak 27 titik.

Dan satu unit titik gantung yang berada didesa Pagaran Dolok kecamatan Sosopan juga rusak parah akibat hantaman aliran sungai Ulu Aer. Selain itu, satu unit mushollah dan tiga unit rumah di desa Hulim tepatnya di pancuran jabetung terancam runtuh akibat longsoran dari terjangan sungai aek jagoring.

Ads
Parahnya lagi, dua unit jembatan Jalinsum diprediksikan dalam kondisi gawat darurat. Masing-masing jembatan Pata Niombun yang menghubungkan desa Pagaran Bira Julu dengan desa Hutabargot, dan jembatan Ulu Aer yang menghubungkan desa Ulu Aer dengan desa Hulim.

Jembatan Pata Niombun itu rusak akibat meluapnya aliran sungai pata niombun ditambah dengan derasnya aliran sungai tersebut, sehingga penahan jembatan sebelah kanan diterjang sungai sampai menghantam separuh jalan diatas jembatan tersebut.

Dari hantaman sungai tersebut, mengakibatkan lobang besar dan diselimuti liang diawal tanjakan jembatan. Sehingga diprediksikan tidak bisa lagi dilewati mobil truk yang bermuatan diatas 4 ton.

Sementara jembatan Ulu Aer juga ambalas dengan kedalam enam meter sampai tujuh meter, dan lebar jalan yang amblas diprediksikan mencapai lima meter. Jembatan Ulu Aer rusak akibat aliran sungai yang menghanyutkan pohon kelapa dan kapas.

Pohon kelapa dan kapas tersebut tersangkut didek penahan jembatan. Seiring dengan derasnya aliran sungai ulu aer tersebut sehingga pangkalan jembatan menjadi amblas dan kemungkinan aliran sungai Ulu Aer tersebut masih melewati lobang dipangkalan jembatan Ulu Aer tersebut.

Sedangkan jalan perbatasan desa Ulu Aer dengan Hulim yang selama ini sudah dalam kondisi gawat darurat, akibat derasnya guyuran hujan, maka badan jalan juga terputus total akibat bencana longsor.

Hasan Nst warga desa Aek Bargot kepada GoSumut mengatakan, kondisi terputusnya Jalinsum Via Sibuhuan-Sosopan itu akibat guyuran hujan yang sangat deras selama lima jam yang terjadi Rabu (22/2/2017) mulai pukul 19.30 sampai 24.00 Wib tadi malam.

“Akibat guyuran hujan deras itu, seluruh warga desa yang berdomisili di kecamatan Sosopan terpaksa begadang, dan bersiap-siaga mana tahu, terjadi bencana longsor dan banjir bandang,” ungkapnya.

Kalau nanti malam masih saja hujan kata Hasan, diyakini jembatan Pata Niombun dan jembatan Ulu Aer pasti akan jatuh dan tidak bisa dilewati lagi. Dan akan berakibat terjadinya bencana longsor dan banjir.

“Saat ini, masyarakat Sosopan sekitarnya yang ingin melintas baik ke Sibuhuan begitu juga ke Padang Sidempuan terpaksa melewati jalan yang baru dibangun pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun 2016 kemarin,” terangnya.

Mengingat kondisi demikian, Hasan berharap bantuan pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas) untuk segera menormalisasikan sepanjang aliran sungai yang berada di sekitar desa se-Kecamatan Sosopan, mengingat saat ini masih dalam kondisi penghujan.

wwwwww