Home > Berita > Umum

Pemotong Lembu ini Jaringan Narkotika Internasional

Pemotong Lembu ini Jaringan Narkotika Internasional
Tersangka Erwin (tengah) saat diinterogasi Deputi Penindakan BNN RI, Irjend Pol Armand Depari. 
Senin, 20 Februari 2017 20:40 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN - Setelah petugas Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI) menembak mati Bagus yang membawa 20 kg sabu dari Aceh dan dilumpuhkan di Jalan Ngumban Surbakti, Medan Selayang, Minggu (19/2/2017) kemarin, akhirnya pengembangan kasus membuahkan hasil.Dari penelusuran, petugas mengamankan Beni Pasaribu dari kediamannya di Jalan Merpati Kelurahan Sei Kambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (20/2/2017).

"Tersangka sebelumnya kita ketahui menerima narkotika jenis sabu dari tersangka Bagus yang ditembak mati pada penyergapan kemarin," kata Dewan Pimpinan Umum Tinggi (Deputi) Pemberantasan BNN - RI Irjen Pol Armand Depari didampingi Kepala BNNP Sumut, Brigjend Andi Loedianto dalam siaran persnya, seperti dihimpun GoSumut. 

Alumni Akpol tahun 1985 ini mengungkapkan, petugas yang mengetahui hal itu langsung membagi tim untuk membekuk tersangka.

Ads
"Pertama yang kita bekuk itu Bagus. Namun sayang, saat dikejar petugas, Bagus berupaya melarikan diri hingga akhirnya diberi tindakan tegas," jelas Armand.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau ini mengungkapkan, setelah tersangka tewas ditembak dan mengamankan narkotika jenis sabu seberat 26 kilogram, petugas BNN kembali mengamankan Beni Erwin Pasaribu dengan sabu seberat enam kilogram dari kediamannya.

"Berdasarkan pengembangan, enam kilogram sabu berikut tersangkanya berhasil kita amankan," ungkapnya. 

Sementara sejumlah tetangga Erwin yang sempat dikonfirmasi tentang keseharian tersangka mengatakan, Erwin merupakan seorang pemotong Lembu.

"Ngakunya dia, pemotong lembu, tapi uangnya banyak selalu," ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Ia menambahkan, jika tersangka baru setahun belakangan tinggal di lokasi dan hidup seorang diri.

"Sudah pisah dengan istrinya, mengontrak di sini memang sudah tinggal sendiri. Orang tuanya tinggal di simpang sana," tambahnya. 

Informasi sebelumnya, pengungkapan jaringan narkotika internasional ini berawal dari kerja sama antara Polisi Diraja Malaysia, Dirjen Bea dan Cukai serta BNN - RI. 

Dalam pengungkapan ini, BNN berhasil menyita 32 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia yang transit ke Aceh. Selain itu, satu tersangka ditembak mati dalam pengungkapan ini karena berupaya melarikan diri dari kejaran petugas. 
Editor:Fatih
Kategori:Umum, Peristiwa, Hukrim, Medan, Sumatera Utara
wwwwww