Danau Toba Ingin Seperti Singapura Jadi Destinasi Kelas Dunia, Tapi...

Danau Toba Ingin Seperti Singapura Jadi Destinasi Kelas Dunia, Tapi...
Aktivitas warga di Samosir masih sangat tinggi, sehingga kebersihan objek objek wisata masih memprihatinkan.
Minggu, 19 Februari 2017 14:43 WIB
Penulis: Jogi. S

SAMOSIR - Kebersihan lingkungan merupakan kunci utama sebuah tempat lokasi wisata, sehingga para pengunjung nyaman dan senang saat berada di sana. Hal ini disampaikan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dalam kegiatan Musrenbang belum lama ini di Kecamatan Simanindo.

"Kebersihan itu harga mati. Sehingga, dengan demikian para pengunjung bisa betah dan jumlahnya akan terus bertambah datang ke Pulau Samosir yang nantinya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia juga menambahkan, selain objek dan lokasi wisata yang harus dijaga kebersihannya, pelabuhan dan dermaga juga harus bersih. Pasalnya, Kabupaten Samosir salah satu daerah wisata yang berada di tengah Danau Toba banyak dikunjungi para turis yang selalu melintasi dermaga dermaga untuk keluar dan masuk ke Pulau Samosir.

Tidak itu saja, Rapidin juga menggambarkan Negeri Singapura yang cukup terkenal karena kotanya yang bersih sehingga berhasil menjadi destinasi kelas dunia. Bahkan, Singapura telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Ads
Sementara itu, pantuan di beberapa sudut, sektor kebersihan masih sangat memprihatinkan di Kabupaten Samosir. Kebersihan di tepi pantai atau di objek objek wisata masih belum terjaga, dimana limbah limbah masyarakat masih terbuang ke Danau Toba.

Aktivitas masyarakat ke Danau Toba seperti mencuci dan memandikan kerbau masih tinggi, apalagi kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat masyarakat bergantung sepenuhnya ke air danau.

Parahnya lagi, belum lama ini tingkat pencemaran air Danau Toba semakin parah. Beberapa warga di Kabupaten Samosir menyambut baik dilaporkannya PT Aquafarm dan PT Suri Tani Pemuka kepada Polda Sumatera Utara atas dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan khusususnya pencemaran air Danau Toba oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang dilaporkan belum lama ini.

Lebih lanjut, pencemaran air Danau Toba semakin parah. Lewat beberapa informasi yang ada di media, air Danau Toba disinyalir terdapat kutu dan lintah yang membahayakan wisatawan yang akan mandi disana.

BACA: Bahaya ! Wisatawan di Danau Toba Diserang Lintah dan Kutu


wwwwww