Catatan Pilkada Serentak 2017, Aziz Khafia: Putaran Kedua, KPU Harus Selesaikan Laporan Warga yang Belum Tercatat

Catatan Pilkada Serentak 2017, Aziz Khafia: Putaran Kedua, KPU Harus Selesaikan Laporan Warga yang Belum Tercatat
Abdul Aziz Khafia, Anggota DPD RI. (istimewa)
Jum'at, 17 Februari 2017 15:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tanggal 15 Januari 2017, sudah terlaksana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 101 Daerah yang terdiri dari, 7 Provinsi, 76 Kabupaten dan 18 Kota.

Pilkada 2017 merupakan tahap ke II pilkada serentak sesuai dengan amanah UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Azis Khafia, Anggota DPD-RI asal Provinsi DKI Jakarta ini memberikan beberapa catatannya.

"Sebagai senator, kami mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017 bisa berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Pertama, saya mengapresiasi kerja penyelenggara Pemilu seperti KPUD, Panwas, Bawaslu serta Pihak Keamanan dan tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam Pilkada," ujarnya kepada GoNews.co, Jumat (17/2/2017) melalui siaran persnya.

Sehingga kata dia, Pilkada serentak kemarin berjalan dengan baik. Dan yang kedua untuk penyelenggara Pemilu agar kedepan untuk lebih bekerja dengan Profesional mengingat masih banyak laporan terkait Money Politik, Warga kehilangan hak pilih, pemilih ganda dan lainya.

Ads
Terkait rilis berbagai Lembaga Survey terkait Hasil Hitung Cepat (Quick Count), Senator asal Jakarta ini menyampaikan, "Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pasangan Baik Gubernur, Bupati maupun Walikota yang menang dan tentu yang kalah untuk bisa menerima ini sebagai bagian dari kontestasi politik, meskipun baru hasil hitung cepat tapi mari kita tunggu hasil resmi dari Real Count KPUD yang saat ini sedang berlangsung, tugas kita sekarang adalah kawal suara," tukasnya.

Megenai Pilkada DKI Jakarta, Senator Azis Khafia menyampaikan rasa sukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Pilkada DKI Jakarta yang sangat dinamis berjalan dengan aman dan lancar, Pemilih Jakarta sangat cerdas, toleran, dan saling menghormati perbedaan, ini adalah model Demokrasi yang sehat semoga menjadi contoh untuk seluruh Indonesia.

"Secara Khusus saya mengapresiasi pasangan No. Urut 1 Agus Hari Murti Yudhoyono – Sylviana Murni yang dengan segala kebesaran jiwanya menerima kekalaham dan telah memberi selamat kepada Ahok-Djarot dan Anis-Sandi, ini tradisi non formal politik yang harus dipuji dan dicontoh," imbuhnya.

Terhadap Pilkada DKI Jakarta, Azis Khafia memberi dua catatan Juga. Pertama, proses Pilkada DKI Jakarta akan memasuki Putaran ke-2 untuk itu kepada Penyelenggara Pilkada agar bekerja lebih Profesional lagi, mengingat banyaknya laporan yang masuk mengenai persoalan data Pemilih, isu-isu Money Politik, terutama kepada Kepolisian untuk bekerja ekstra mengawal agar Pilkada DKI Jakarta tetap aman dan tertib.

Kedua kata dia, untuk Pasangan Calon yang lolos di Putaran ke-2 untuk menghadirkan Demokrasi yang sejuk, santun dan berkualitas, pemilih Jakarta adalah pemilih Rasional. "Oleh karena itu Pilkada DKI Jakarta adalah “perang” gagasan dan solusi, sambil memberikan pendidikan politik dan demokrasi kepada masyarakat Jakarta," pungkasnya. ***
wwwwww