Tak Mau Gegabah dalam Koalisi Putaran Dua Pilkada DKI, PPP Tunggu Keputusan KPUD

Tak Mau Gegabah dalam Koalisi Putaran Dua Pilkada DKI, PPP Tunggu Keputusan KPUD
Arsul Sani. (GoNews.co/Muslikhin)
Kamis, 16 Februari 2017 12:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, partainya masih akan menunggu keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta terkait hasil pencoblosan 15 Februari kemarin untuk menentukan koalisi di putaran kedua.

Mereka juga masih menunggu proses komunikasi politik dengan partai pengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Tentu untuk ketemu dengan para tokoh senior partai, kami akan bertemu setelah ada komunikasi dengan paslon (pasangan calon) 2 dan 3," kata Arsul melalui pesan singkat, Kamis (16/2/2017).

Ia menuturkan, jika melalui pengumuman resmi KPUD DKI pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dinyatakan berada di posisi terakhir perolehan suaranya, maka koalisi dengan Partai Demokrat di Pilkada DKI praktis selesai.

Ads
Oleh karena itu, Arsul menambahkan, partainya pasti akan membuka komunikasi dengan partai pengusung pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Namun, ia mengungkapkan, PPP tak serta-merta membuka komunikasi secara aktif. Ia menyatakan PPP akan bersikap pasif dalam pembicaraan koalisi di putaran kedua Pilkada DKI.

"PPP ingin juga membangun tradisi paling tidak di tingkat pusat agar begitu calonnya tidak bertarung lagi, maka ya tidak perlu mendekat-dekat ke mana pun, supaya tidak terkesan politiknya berbasis transaksional," kata dia.

Hasil coblosan Pilkada DKI mulai terlihat meski KPUD DKI Jakarta belum mengumumkan hasil resmi.

Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang sempat berada di peringkat pertama pada survei awal justru merosot perolehan suaranya.

Hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas menunjukan Agus-Sylvi hanya memperoleh 17,37 persen suara.

Sementara posisi pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat dengan perolehan 42,87 persen suara serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan perolehan 39,76 persen suara.

Hasil suara versi quick count yang ketat semakin memperjelas adanya peta persaingan dari ketiga pasangan calon selama berkampanye hingga pemungutan suara.***
Sumber:gonews.co dan Kompas.com
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww