Bentrok Lahan PTPN II Berdarah, Ini Kata Pangdam I/BB

Bentrok Lahan PTPN II Berdarah, Ini Kata Pangdam I/BB
Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewyk Pusung
Rabu, 15 Februari 2017 08:36 WIB
Penulis: Wewen

MEDAN - Pasca aksi bentrok antara oknum TNI berseragam lengkap dengan warga di Desa Namo Bintang, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang yang berujung pertumpahan darah, Senin (13/2/2017)lalu, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewyk Pusung langsung angkat bicara.

“Aksi penyerangan itu dilakukan oleh warga yang menghalang-halangi petugas yang melakukan penjagaan. Bahkan, dua anggota kita disiram menggunakan air panas oleh warga. Sehingga, kita tidak tinggal diam dengan mengamankan para pelaku penyiraman ke Polrestabes Medan untuk diproses lebih lanjut,” jelas Mayjen TNI Lodewyk Pusung.

Pasukan TNI saat menarik paksa ekskavator yang sempat ditahan massa warga beberapa hari belakangan Ditegaskannya, pihaknya telah melakukan MOU terhadap pihak PTPN II dalam melakukan pembuatan parit di sekitar lokasi.

“Sudah ada MOU antara kita dengan PTPN II. Mereka meminta kita untuk membantu melakukan pengamanan, karena banyak pencuri yang masuk. Itulah, mereka yang didominasi oleh anak-anak sering mencuri hasil perkebunan dan setelah ditelusuri ketika dijual mereka menggunakan hasil penjualannya untuk narkoba. Kan sama aja itu merusak, sehingga kita bantu melakukan pengamanan dan membuat parit agar para pencuri tidak dapat masuk ke areal lahan PTPN II,” bebernya.

Ads
Bahkan, menurut jenderal bintang dua di pundaknya ini, pihaknya merasa terganggu dalam menjalankan tugasnya.

“Dari beberapa hari yang lalu, persoalan ini sudah ada. Semalam ada inang-inang telanjang di situ, sehingga anggota kita yang kerja merasa terganggu. Hingga akhirnya, terjadi bentrokan dengan cara menyiram air panas ke anggota kita,” paparnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan mencari dalang dalam aksi penyerangan terhadap petugas sore tadi.

“Saya akan cari dalang di balik aksi perlawanan oleh masyarakat. Karena, informasi yang saya dapat setiap mahasiswa yang beberapa waktu lalu mengatasnamakan masyarakat didanai Rp100 ribu per orang. Artinya, ada kepentingan dan ada yang mendanai aksi perlawanan mereka,” tegasnya.

Editor:Wewen
Kategori:Peristiwa, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
wwwwww