Home > Berita > Umum
Suap Interpelasi

Gatot Pujo Nugroho Dituntut 3 Tahun Penjara

Gatot Pujo Nugroho Dituntut 3 Tahun Penjara
Gatot Pujo Nugroho
Senin, 13 Februari 2017 19:00 WIB
Penulis: Indra BB
MEDAN - Mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus dugaan suap interpelasi anggota DPRD Sumut sebesar Rp61 miliar di ruang Cakra I, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (13/2/2017).Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yusnarwanto menyatakan terdakwa Gatot Pujo Nugroho terbukti bersalah melakukan tindak korupsi. Menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan, denda Rp250 Juta, subsider delapan bulan kurungan.

"Gatot terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana," ucap jaksa.

Adapun hal-hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, mempunyai anak yang masih butuh bimbingan orangtua.

Ads
Penuntut umum memaparkan Gatot terbukti memberikan uang ketok dan uang pembatalan interpelasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014 serta pimpinan dan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019.

Terdapat tujuh item tujuan pemberian suap itu antara lain persetujuan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran (TA) 2012, persetujuan Perubahan APBD (P-APBD) Provinsi Sumut TA 2013, persetujuan APBD Provinsi Sumut TA 2014, pengesahan P-APBD TA 2014 dan APBD TA 2015, pengesahan LPJP APBD TA 2014, serta pengesahan LKPJ APBD TA 2014.

Terakhir, untuk pembatalan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumut Tahun 2015.Pemberian itu setelah ada kesepakatan dengan pimpinan dan anggota DPRD Sumut.

Lalu terdakwa memerintahkan Randiman Tarigan, Ali Nafiah, Zul Jenggot, Ahmad Fuad Lubis dan Nurdin Lubis yang merupakan perpanjangan tangan Gatot agar mengumpulkan dana dari belanja langsung SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sebesar 5 persen.

wwwwww