Awal Tahun, Harga Karet di Sumut Terkerek Naik

Awal Tahun, Harga Karet di Sumut Terkerek Naik
Petani karet
Minggu, 12 Februari 2017 09:17 WIB

MEDAN - Nilai ekspor karet Sumatera Utara (Sumut) bakal meningkat seiring terus melonjaknya harga karet sejak awal tahun ini. Saat ini, harga rata-rata bulan berjalan karet jenis TSR 20 di pasar internasional telah menyentuh level US$2,23 per kg. Meningkat dibanding harga rata-rata tahun lalu sebesar US$1,37 per kg.

Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan, dengan asumsi kinerja ekspor karet oleh perusahaan anggota sama dengan tahun lalu sekitar 421.670 ton, maka nilai ekspor karet dipastikan akan meningkat.

"Asumsinya, meski volume ekspor sama, tapi karena harga naik maka nilai ekspor akan terkerek naik," katanya.

Adapun kenaikan harga karet saat ini dipicu oleh berkurangnya pasokan ke pasar ekspor. Produksi kebun karet di Sumut saat ini masih berada pada angka 420.000 ton per tahun, sedangkan permintaan cenderung mengalami kenaikan meski sedikit pelan.

Ads
Tanda-tanda penurunan produksi juga mulai terlihat sejak awal tahun ini, di mana sejumlah kebun karet di Sumut telah mengalami siklus tahunan gugur daun. Biasanya, siklus gugur daun akan mencapai puncaknya pada Maret dan April. Gugur daun ini akan berdampak pada penurunan produksi antara 5% hingga 10%.

"Kabupaten Batubara dan Simalungun sudah mulai gugur daun, dan nanti akan menuju ke Selatan hingga ke perbatasan Riau," jelasnya.

Kenaikan harga itu juga dipicu oleh skema pembatasan volume ekspor atau Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) oleh tiga produsen utama karet dunia yakni Thailand, Indonesia dan Malaysia sejak Maret hingga Desember lalu. Pasar merespon dengan kepanikan akan kekurangan bahan baku sehingga mendorong terjadinya gejolak harga mulai awal tahun ini.

Editor:Wewen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Medan, Gonews Group, Ekonomi
wwwwww