Ini Dia "Mayoran", Tradisi Unik, Makan Bareng Ala Santri di Pondok Pesantren Annur 2 Malang

Ini Dia Mayoran, Tradisi Unik, Makan Bareng Ala Santri di Pondok Pesantren Annur 2 Malang
Tradisi makan bersama di pondok Pesantren Annur Dua Malang. (GoNews.co/Muslikhin)
Sabtu, 11 Februari 2017 17:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MALANG - Pondok pesantren memiliki tradisi yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lainya, di antaranya adalah, sowan kyai, ngerowot, jajan, setoran, khoyal dan makan bareng.

Tradisi makan bareng di pondok pesantren memiliki nama yang berbeda tergantung daerah mana pondok itu berasal, ada yang menyebut makan bareng di pesantren dengan sebutan 'kentongan', hal ini dikarenakan saat makanan sudah matang si tukang masak memberi tahu teman-temanya dengan memukul kentong agar mereka segera berkumpul.

Ada pula yang menyebut makan bareng dengan sebutan lengseran atau mayoran.Didunia pondok pesantren khususnya pondok salaf, mayoran adalah tradisi makan bersama yang biasa digelar pada hari-hari libur, misalnya malam jum'at atau ketika penutupan kegiatan pondok pesantren saat ujian semester telah berakhir.

Hal ini juga terjadi di pondok Pesantren Annur 2 Malang Jawa Timur. Dimana tradisi makan bersama ini terjadi bukan hanya dalam ruangan, tapi juga sampai di ruang terbuka.

Ads
Salah satu santri bernama Maizha asal Lumjang kepada GoNews.co menceritakan, bahwa makan bareng ini biasa dilaksanakan diluar ruangan untuk menjaga kekompakan.

"Biar kompak mas, tapi cuma sore hari, kalau pagi tetap di ruangan," ujarnya.

Tradisi ini memang terjadi hampir di semua pesantren. Dikutip dari laman alasantri, pada umumnya mayoran digelar oleh sekawanan santri yang tinggal di kamar/asrama yang sama.

Mereka bermusyawarah untuk menentukan menu, besaran uang iuran dan tugas yang dilakukan oleh masing-masing personel. Dimulai dari belanja bahan makanan yang akan dimasak, mencari kayu bakar dan tentu saja tugas memasak.

Makan bareng ala anak pondokan ini tidak pernah pilih-pilih soal menu makanan dan minuman, karena tujuannya hanyalah kebersamaan. Malah pada umumnya kegiatan makan bersama ini memilih menu yang sederhana, seperti sayur kangkung atau pecel terong. Kendati demikian ada juga sekawanan santri yang memilih menu sedikit istimewa, misalnya ayam, lele dan daging. Namun menu istimewa ini umumnya hanya dimasak saat tasyakuran kelulusan atau kenaikan kelas.

Meskipun menu yang dimasak sangat sederhana dan kokinya adalah koki dadakan, namun mereka tetap makan dengan sangat lahap sampai jarang ada makanan yang tersisa. Mereka merasakan kenikmatan hidangan bukan dari sayur atau lauknya, melainkan dari kebersamaannya. Hal ini menjadi semacam pesta paling mewah di pondok pesantren.

Walaupun terlihat hanya sekedar ngumpul bareng untuk makan bersama, kegiatan mayoran ini memiliki banya manfaat untuk para santri. Diantaranya:

1. Melepas kepenatan Dalam keseharianya para santri selalu memiliki aktifitas yang padat sehingga dituntut untuk disiplin mengatur waktu. Nah dengan menggelar mayoran setelah acara makan-makan selesai, santri bisa melepas kepenatan bersama teman-temanya, tertawa, bercanda, bercerita tentang kejadian-kejadian lucu di sekolah dan sebagainya.

2. Meningkatkan kesederhanaan Mayoran yang di lakukan dengan memasak menu makan dan minum seadanya mengajarkan santri akan pentingnya hidup dalam kesederhanaan. Makan bareng ala pesantren tidak mengenal istilah potong tumpeng, kalaupun ada pling-paling hanya memotong buah jengkol. Itulah kenapa kita tidak pernah mendengar ada tawuran santri antar pondok pesantren.

3. Mengajarkan betapa indah kebersamaan Mayoran merupakan pelengkap dari kebersamaan yang ada di pondok pesantren, seperti ro'an bersama, belajar bersama, tidur bersama dsb. Dengan mayoran santri akan belajar untuk mencintai kerukunan dan kesederhanaan. Itulah kenapa kita tidak pernah mendengar ada tawuran santri antar pondok pesantren.

Seiring perkembangan zaman, mayoran bukan lagi cuma milik komunitas santri. Namun kegiatan semacam ini diyakini berasal dari pondok pesantren, dengan bukti bahwa golongan pesantren (santri, pengurus pondok dan kyai) adalah golongan yang palimg sering menggelar acara tersebut.

Nah di Ponpes Annur 2 ini, para santri tidak masak sendiri. Namun mereka sudah membayar seperti catering khususu pesantren. "Iya kita perbulan bayarnya mas, jadi pas jamnya makan tinggal membawa nampan, atau besi juga piring," pungkasnya. ***
wwwwww