Muscab VI DPC Organda Kota Medan

Akhyar: Tingkatan Kualitas Transportasi di Kota Medan

Akhyar: Tingkatan Kualitas Transportasi di Kota Medan
Muscab VI DPC Organda Kota Medan di Hotel Dharma Deli Medan
Jum'at, 10 Februari 2017 09:21 WIB
Penulis: RLS

MEDAN - Walikota Medan, Drs H.T Dzulmi Eldin S MSi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Medan di Hotel Dharma Deli Medan. Melalui Muscab ini diharapkan organisasi yang telah berusia lebih dari setengah abad ini, dapat mendukung dan memberikan solusi untuk membantu Kota Meabn menciptakan transportasi yang lebih baik. Termasuk, inovasi disertai pemanfaatan teknologi transportasi terkini guna meningkatkan mutu transportasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Akhyar, peningkatan kualitas transportasi di Kota Medan diyakininya akan mampu menarik kemajuan teknologi dan informasi karena aspek ini saling berkaitan, sehingga mampu menjadikan kota seluas lebih kurang 26.000 hektar ini menjadi smart city sekaligus salah satu tujuan kota bisnis MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Itu sebabnya, beber Akhyar, salah satu konsep yang yang tengah diprioritaskan Pemko Medan saat ini yakni smart transportation. Dijelaskannya, konsep ini diperlukan karena Kota Medan mrupakan inti dari seluruh kota sebaran yang ada di sekitar Kota Medan. Melalui konsep ini Medan dapat memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan mobilitas di Kota Medan, terutama masyarakat dari Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Tanak Karo.

Untuk itulah bilang Akhyar, Pemko Medan berencana menghadirkan LRT (Light Rail Transit) dan BRT (Bus Rapid Transit). Khusut untuk LRT, Akhyar mengatakan kini tengah pembahasan di Kementrian Keuangan. 
“Kita berharap agar konsep LRT ini secepatnya dilaksanakan, guna mengurai kemacetan di Kota Medan,” kata Akhyar.

Ads
Selanjutnya untuk mendukung kelancaran transportasi di Kota Medan, Akhyar menjelaskan Pemko Medan tahun 2017 ini fokus menyelesaikan perbaikan parit/drainase dan jalan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembenahan moda angkutan. Salah satu yang mendapat sorotan adalah becak bermotor yang kini jumlahnya ditaksir belasan ribu. Akhyar menilai desain becak yang ada saat ini kurang manusiawi, sehingga membuat penumpangnya kurang nyaman.

wwwwww