Cowok LGBT Menyamar Jadi Provos Polda, Tipu Banyak Orang, Akhirnya...

Cowok LGBT Menyamar Jadi Provos Polda, Tipu Banyak Orang, Akhirnya...
Tersangka Derry yang pura-pura jadi provos disuruh menghormat dengan sikap sempurna. (foto: merdeka.com)
Kamis, 09 Februari 2017 08:36 WIB

SURABAYA - Yudha Eka Pranata alias Derry (24), warga Jalan Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur, ditangkap polisi karena mengaku polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). 

Tak hanya jadi polisi gadungan, Derry juga menilang seorang pengendara motor di Jalan Petemon, Surabaya.

Usut punya usut, ternyata Derry seorang LGBT (lesbiyan, gay, biseksual dan transgender). Ini diketahui saat tersangka melakukan aksinya, dia berboncengan bersama pasangan sesama jenisnya, RY, menggunakan motor jenis matic.

Saat menilang korbannya, Derry mengaku sebagai anggota Provos Polda Jawa Timur. Dengan mengenakan seragam polisi, Derry dengan mudah mengelabui korbannya yang waktu itu tidak melengkapi kendaraannya dengan pelat nomor.

Ads
Karena ketakutan, Muhamad Hari Wijaya (24), warga asal Mojokerto yang menjadi korbannya, akhirnya memberi uang damai Rp 300 ribu sesuai permintaan tersangka.

Tak hanya itu, tersangka juga menipu korban dengan modus membantu menguruskan pelat nomornya ke Polda Jawa Timur dengan mudah. Syaratnya, korban harus memberi uang pelicin Rp 500 ribu, dan memberikan Honda Beat milik korban.

Namun, setelah ditunggu selama sehari, tersangka tak kunjung datang menemui korban. Bahkan, saat korban menghubungi tersangka lewat nomor ponsel yang sempat diberikan kepadanya, tersangka tak pernah digubris. Motor milik korban pun tak kunjung kembali ke pemiliknya.

Karena merasa ditipu, korban akhirnya melapor ke Polsek Sawahan.

"Tersangka yang juga penyuka sesama jenis ini, kerap memakai pakaian polisi saat bepergian. Terakhir saat melintas di Jalan Petemon bersama pasangan sesama jenisnya, tersangka melakukan tilang fiktif kepada korban," terang Kapolsek Sawahan, Kompol Yulianto di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (8/2).

Saat hendak ditangkap pun, tersangka masih nekat mengancam polisi. Saat itu, melalui nomor milik pasangannya, RY, polisi memancing tersangka keluar.

"Kamu kan punya fotoku yang memakai seragam? Tunjukkan ke polisi yang nangkap kamu, AKP Derry, alumni Akpol 1999," kata Kapolsek menceritakan proses penangkapan tersangka.

Tak kalah cerdik, polisi yang gagal memancing keluar tersangka dengan cara menangkap pasangannya, akhirnya melepas RY, dengan harapan, tersangka keluar karena menganggap ancamannya berhasil.

Sementara tersangka yang merasa diburu polisi, hidup berpindah-pindah hingga berhasil ditangkap polisi di salah satu hotel yang ada di Nganjuk.

Usai menangkap tersangka, polisi juga mengamankan seorang penadah yang membeli motor hasil penipuan tersangka. Penadah yang ikut diamankan itu adalah Rohman (34), warga Jember.

Selanjutnya, oleh anggota Polsek Sawahan, tersangka Derry dan Rohman dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Dengan masih mengenakan seragam polisi, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar meminta Derry hormat dengan sikap sempurna layaknya polisi.

"Saya beli seragam di Joyoboyo. Dulu saya pernah daftar jadi polisi tapi tidak lolos saat tes mata," kata Derry. (mdk)

Editor:Arie RF
Sumber:merdeka.com
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Hukrim
wwwwww