Home > Berita > Umum
Pemberangkatan BKO Brimob ke Jakarta

Kapolda Sumut Tegaskan Brimob harus jadi Wasit yang Adil, bukan Alat Kekuasaan

Kapolda Sumut Tegaskan Brimob harus jadi Wasit yang Adil, bukan Alat Kekuasaan
Kepala Kepolisian Daerah Sumut, Irjend Pol Rycko Amelza Dahniel saat memeriksa pasukan Brimob sebelum pemberangkatan pengamanan di Jakarta.
Rabu, 08 Februari 2017 19:44 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN - Guna membantu pengamanan Pilkada Provinsi DKI, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengirimkan 300 personel dari Satuan Brigade Mobil (Brimob).Kepala Kepolisian Daerah Sumut, Irjend Pol Rycko Amelza Dahniel meminta agar personel yang diberangkatkan tersebut dapat melaksanakan tugas BKO dengan tulus ikhlas.

"Tampilkan perilaku sopan santun serta humanis sebagaimana filosopi keberadaan polisi yaitu sebagai 'Wasit yang adil', bukan alat kekuasaan atau kelompok dan bukan mencari keuntungan," pinta Kapolda di hadapan pasukan Brimob saat upacara di Lapangan Brimob Tanjung Morawa, Rabu (8/1/2017).

Dalam hal ini, dirinya sangat bangga karena Polda Sumut diberi kepercayaan untuk membackup Polda Metro Jaya dalam pengamanan.

Ads
"Saya sangat bangga karena Brimob Polda Sumut dipercayakan lagi oleh pimpinan untuk bertugas kembali ke Polda Matro Jaya dalam rangka membantu mengamankan pilkada di DKI pada tanggal 15 Februari 2017 nanti," kata Kapolda.

Ajudan Presiden Republik Indonesia era Susilo Bambang Yudhoyono ini menjelaskan bahwa berbagai faktor merupakan penyebab pihaknya diminta untuk mengirimkan pasukan ke Ibu Kota. Kita ketahui bersama bahwa eskalasi politik nasional saat ini semakin panas.

"Di antaranya karena proses persidangan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Begitu juga akibat kompetisi politik yang semakin hangat menjelang pelaksanaan pilkada DKI Jakarta mendatang," jelas Rycko.

Orang nomor satu di Mapolda Sumut ini mengungkapkan, proses sidang kasus Ahok juga semakin banyak menuai kontrovesi karena berbagai statemen Ahok maupun pendukungnya yang dinilai sebagian masyarakat mendiskreditkan dan mengkriminalisasi ulama. Akibatnya, Aliansi Umat Islam Indonesia yang dari semula berkomitmen mengawal kasus Ahok sampai tuntas, kembali merencanakan untuk melakukan aksi damai ke Jakarta pada tanggal 11 Februari 2017 nanti (Gerakan Aksi 112).

"Di mana hal ini mengandung potensi kerawanan berupa konflik sosial yang harus segera di antisipasi, sesuai dengan Renkon Aman Nusa 2017 dalam rangka mengantisipasi konflik sosial dan menjaga Sitkamtibmas yang aman dan kondusif pada saat masa tenang dan Hari H pilkada DKI Jakarta pada tanggal 15 Februari 2017, Polda Metro Jaya membutuhkan backup personel Brimob Polri," ungkapnya. 

Alumni terbaik Akpol tahun 1988 ini menuturkan, pengiriman pasukan ini merupakan sebuah kehormatan. Karena anggota Brimob adalah pasukan elit Kepolisian yang memiliki keahlian khusus untuk menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi. "Kapan pun dan di manapun, Brimob pasti selalu siap digerakkan mengemban tugas mulia yang diberikan," tutur Rycko.

Sebelum mengakhiri, Kapolda Sumut menyampaikan beberapa direktif untuk menjadi panduan bagi personel yang melaksanakan tugas yaitu BKO; Pertama, tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Kedua, menjaga netralitas dalam PAM Pilkada, laksanakan tugas pengamanan sesuai SOP yang berlaku.

Ketiga, segera menyesuaikan diri dengan lingkungan penugasan serta jalin koordinasi yang baik dengan sesama petugas baik TNI Polri dan instansi lainnya. Keempat, pelihara kehormatan korps dengan menjaga sikap dan perilaku serta hindari perbuatan yang dapat merusak citra Polri, khususnya citra Sat - Brimob Polda Sumut.

Kelima, utamakan kesehatan dan keselamatan serta pegang teguh prinsip Brimob 'Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil, jiwa ragaku demi kemanusiaan'.
wwwwww