Sejak Pekan Lalu, Frekuensi Erupsi Gunung Sinabung Semakin Meningkat

Sejak Pekan Lalu, Frekuensi Erupsi Gunung Sinabung Semakin Meningkat
Status Awas Sinabung telah berlangsung selama 20 bulan terhitung sejak 2 Juni 2015 belum ditingkatkan lagi.
Senin, 06 Februari 2017 14:21 WIB

KARO - Frekuensi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat sejak pekan lalu. Jika sebelumnya erupsi terjadi berkisar empat hingga enam kali sehari, kini meningkat menjadi delapan kali dalam sehari. Namun, status Awas Sinabung telah berlangsung selama 20 bulan terhitung sejak 2 Juni 2015 belum ditingkatkan lagi.

Pos Pengamatan Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sabtu (4/2/2017), melaporkan, sejak pukul 00.00 hingga 15.00 terjadi delapan kali erupsi dengan tinggi kolom abu berkisar 800 meter hingga 5.000 meter.

Tidak ada luncuran awan panas yang terjadi, tetapi tampak guguran lava sejauh 1.000 meter ke arah tenggara-timur. Delapan letusan itu terjadi pukul 00.50, 01.12, 01.15, 04.18, 06.57, 10.34, 13.58, dan 14.28. Hujan abu mengguyur kawasan Simpang Empat hingga Berastagi.

"(Abu) Tidak tebal di Berastagi, kami sudah terbiasa," kata Didit, warga Berastagi.

Ads
Sepanjang Jumat, Pos Pengamatan Gunung Sinabung mencatat terjadi 13 kali erupsi. Sementara pada hari Kamis terjadi delapan kali erupsi.

Pengamat Gunung Api Sinabung, Deri Al Hidayat, mengatakan, luncuran awan panas tidak terjadi saat erupsi berlangsung. Pengukuran pada pertengahan Januari lalu menunjukkan volume kubah lava mencapai 1,3 juta meter kubik. Kubah lava Sinabung sebelumnya pernah mencapai 2,6 juta meter kubik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, 6 km untuk sektor tenggara-timur, dan 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung.

Editor:Wewen
Sumber:Tribun
Kategori:Peristiwa, Gonews Group, Karo, Sumatera Utara
wwwwww