Hati-hati... Jangan Sembarangan Mengobati Gatal

Hati-hati... Jangan Sembarangan Mengobati Gatal
ilustrasi
Minggu, 05 Februari 2017 07:03 WIB

SAAT membersihkan dan merapihkan rumah, mulai dari mencuci baju, piring, atau mengepel lantai rumah saja, tak jarang timbul masalah baru: gatal di kulit tangan atau kaki.

Karena menganggap sepele, tak sedikit yang lantas melakukan pengobatan sendiri. Mereka "termakan" iklan di media massa atau ikut anjuran teman.

Kalau gatal, langsung beli obat. Kalau tidak mempan juga, mereka mencoba obat lain.

Akibatnya, gatal yang semula hanya di sela jari tangan, setelah diobati malah meluas sampai ke seluruh tangan.
Di pasaran memang tersedia bermacam-macam obat gatal.
Ada yang berupa bedak, obat cair, krim, atau sabun.
Masing-masing obat memiliki bahan aktif yang bisa berlawanan pengaruhnya.

Ads
Ada pula salep yang isinya hanya bahan antigatal dalam konsentrasi tinggi yang malah dapat menimbulkan iritasi pada kulit sensitif.

Celakanya, kalau gatal yang disebabkan jamur diolesi obat bukan antijamur, gatal malah akan semakin meluas karena jamur "berpesta pora", seperti tanaman diberi "pupuk" kortikosteroid atau antibiotik.

Sebaliknya, gatal akibat alergi tidak akan sembuh dengan obat antijamur. Malahan bisa timbul dermatitis kontak.

Sebenarnya, gatal bisa menjadi tanda dari sejumlah penyebab kelainan di kulit.

Di negara tropis seperti Indonesia, bagian kulit yang lembab dan berkeringat bisa menjadi tempat nyaman bagi jamur, seperti jenis kandida atau kutu air.

Selain jamur, gatal juga sering disebabkan oleh alergi khususnya kulit sensitif.

Misalnya, alergi terhadap bahan plastik atau kulit sandal dan sepatu. Gatal usai mencuci piring juga bisa timbul karena kulit sensitif terhadap sabun cuci yang dipakai.
Sementara gatal di badan sehabis mandi, mungkin karena sabun mandi.

Kulit bisa pula gatal karena sensitif terhadap zat pewarna, pewangi, atau antiseptik kuat dalam sabun.

Atau gatal karena bahan pewangi pada parfum, kosmetik, atau obat gosok.

Gigitan serangga, biang keringat (terutama pada anak-anak), atau faktor psikis juga bisa menjadi penyebab gatal.

Namun, dari berbagai penyebab gatal, jamur dan alergilah yang paling sering dijumpai di tempat praktik dokter spesialis kulit.

Sebenarnya, ada cara sederhana yang bisa digunakan untuk membedakan penyebab gatal, yaitu dengan mengamati lokasi dan kapan timbulnya gatal.

Gatal di daerah lipatan yang lembab, umumnya diakibatkan oleh jamur.

Sementara di bagian tubuh yang mudah kontak dengan benda-benda, biasanya karena reaksi alergi.

Misalnya setelah menggunakan sabun, obat gosok, deterjen, kosmetik, plastik, logam (arloji atau perhiasan imitasi), kulit, atau semen.

Untungnya, setiap gatal ada obatnya.

Untuk gatal akibat alergi atau kontak dengan bahan-bahan tertentu, tindakan pertama adalah menghindari penyebabnya.
Untuk mengatasi rasa gatalnya, daripada mencoba produk yang belum dikenal lebih baik diatasi dengan pemberian bedak yang mengandung asam salisilat 2%.

Bedak ini aman untuk kelainan kulit yang kering dan dapat dibeli secara bebas di toko obat.

Gunakan bedak itu sehabis mandi, pagi dan sore di bagian yang gatal.

Selanjutnya, berobatlah ke dokter. Bila perlu, ke dokter spesialis kulit.

Untuk gatal karena jamur, termasuk panu dan kutu air, sebaiknya langsung berobat ke dokter atau dokter spesialis kulit.

Yang perlu diingat. Anda yang kulitnya sensitif seyogianya lebih kritis dalam membeli produk-produk yang dikenakan pada kulit, seperti sabun, kosmetik, produk perawatan kulit, parfum, dan obat-obat gosok.

Jangan segan-segan bertanya kepada pakarnya, sebelum membeli produk tertentu. (intisari-online/Tatik Wardayati)

Editor:Arie RF
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Gonews Group
wwwwww