Home > Berita > Umum

Diduga Gara-gara 'Uang Preman', Pos Retribusi Dirusak OTK di Sidimpuan

Diduga Gara-gara Uang Preman, Pos Retribusi Dirusak OTK di Sidimpuan
Kondisi Pos Retribusi Dishub Pemko Psp paska dirusak OTK yang diduga oknum preman, Jumat (3/2/2017). Reza/gosumut
Sabtu, 04 Februari 2017 00:11 WIB
Penulis: Reza
PADANGSIDIMPUAN - Satu bangunan pos retribusi milik Dinas Perhubungan Pemko Padangsidimpuan yang terletak di Jalan Hasanuddin, Padangsidimpuan Utara dekat Masjid Raya Al-Abror, dirusak OTK, Jumat (3/2/2017).Alni Matondang, petugas Dishub Padangsidimpuan ini terkejut dan bingung, saat Pos TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) yang digunakannya bekerja sehari-hari hancur dan berserakan hingga ke badan jalan.

"Saat saya datang, kondisi pos sudah di badan jalan dengan kondisi rusak. Padahal kemarin sore masih bagus saat saya tinggalkan," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (3/2/2017).

Alni menduga, rusaknya Pos TPR itu ada kaitannya dengan ulah oknum yang sering datang dan meminta 'jatah preman'. Namun tak pernah Alni dan petugas lainnya gubris.

Ads
"Memang sebelum kejadian ini, sering kami didatangi preman. Setiap mereka datang, selalu minta uang sama kami mengatasnamakan pemuda setempat," akunya.

Mungkin, kata Alni, karena tidak pernah mereka tanggapi, bangunan tempat mereka bekerja sengaja dirusak. "Karena setiap kali mereka (oknum preman,red) datang, tidak pernah kami kasih. Dan kami suruh minta sama atasan kami (Kadishub)," jelasnya.

Kadis Perhubungan Pemko Padangsidimpuan, Ahmad Bestari Lubis saat dikonfirmasi mengatakan, meski sudah mengetahui, namun pihaknya belum melaporkan pengrusakan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Belum kita laporkan. Soalnya masih kita cari sendiri dulu," ujarnya.

Dirinya menduga kuat, pengrusakan tersebut dilakukan oleh ulah oknum yang mengaku pemuda setempat dan ingin mengambil alih tugas Dinas Perhubungan untuk mengutip uang retribusi. Apalagi kata dia, sesuai laporan anggotanya, sering beberapa kali oknum preman yang mengatasnamakan pemuda setempat kerap mengintimidasi petugas yang berada di pos tersebut.

"Mau mereka (oknum preman), mereka yang ngutip uang retribusi. Ya tidak kita kasih. Karena tidak ada aturan untuk di pihak ketigakan. Makanya, saya yakin itu dirusak mereka," pungkasnya.
wwwwww