Tuduhan Penyadapan SBY, Pengamat: Pemimpin Jangan Baper

Tuduhan Penyadapan SBY, Pengamat: Pemimpin Jangan Baper
Suasana diskusi di Press Room DPR RI. (GoNews.co/Muslikhin)
Kamis, 02 Februari 2017 19:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengamat Intelijen, Wawan Purwanto menyarankan, soal penyadapan yang dikatakan Ahok dalam persidangan harus bisa dibuktikan. Apalagi yang dituduhkan adalaj aparat dari Badan Intelijen Nasional.

Kasus tersebut menurutnya, bukan isu biasa, tapi harus dibuktikan dengan autentifikasi mulai dari mana barangnya. "Jadi begini, sebelum ada bukti, itu tidak bisa dikatakan terjadi penyadapan," ungkap Wawan Purwanto saat diskusi dengan wartawan parlemen di Press Room DPR, Kamis (2/2/2017).

Bahkan menurut sepengetahuannya, Polisi atau BIN tidak melakukan penyadapan. Namun dirinya justru mengatakan, bisa saja pihak asing terlibat.

"Setau saya begitu, aparat tidak mungkinlah melakukan penyadapan. Nah kalau ada pihak Asing yang terlibat, ini justru bisa memicu polemik. Karena negara sebesar Amerika Serikat saja bisa kebobolan," tukasnya.

Ads
Apalagi kata dia, saat ini di Indonesia sendiri juga banyak anak-anak muda yang jago dalam dunia cyeber. Bahkan haceker-hacker Indonesia juga dinilai lebih banyak ketimbang negara lain.

Untuk itu dia mengingatkan, agar para pemimpin di Indonesia harus pandai menyikapi persoalan. "Tidak hanya dengan sembarang sikap, tapi dipelajari, ditelusuri lebih dahulu, jangan sampai malah menjadi blunder," tukasnya.

Pemimpin yang hobinya kebawa perasaan atau Baper katanya, tak akan bisa jadi pemimpin baik. "Apalagi saat ini sosmed adalah tempat semua orang berkomunikasi di era digital ini. Disana banyak informasi bebas, telinga pemimpin harus mendengar dari kuping kanan, keluar dari kuping kiri, jangan ditelan mentah-mentah," tandasnya.

Karena kata dia, tugas utama BIN adalah untuk mengamankan semua elemen bangsa dan menepis segala jenis ancaman. "Jadi bukan cuma ngurusin sadap menyadap aja," paparnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Masinton Pasaribu juga berharap, agar SBY  sebaiknya melaporkan secara resmi ke Polisi jika memang merasa pembicaraanya disadap.

"Pak SBY telah dua kali konter intelijen, ada apa? Nah kan jelas sekarang bola ada dimana?," tukasnya.

Untuk itu kata dia, SBY disarankan juga untuk tidak langsung bereaksi jika memang tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan. "Begini ya, pak SBY ini kalau ada masalah dikit-dikit undang wartawan, konfrensi pers dan lainya. Kalau memang merasa benar, sebagai warga negara yang baik, mending melaporkan ke pihak berwajib," katanya. ***
wwwwww