Separuh Desa di Batang Angkola Terendam Banjir

Separuh Desa di Batang Angkola Terendam Banjir
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Padangsidimpuan sekitarnya rendam separuh Desa di Angkola.
Selasa, 31 Januari 2017 11:02 WIB
Penulis: Reza

SIDIMPUAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Padangsidimpuan sekitarnya, Senin (30/1/2017) sore hingga malam, kembali menyebabkan Sungai Aek Haloban di Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara meluap. Akibatnya, Puluhan rumah dan badan jalan terendam.

Pantauan GoSumut puluhan rumah di Desa Goti terendam air pasca hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Tak hanya rumah, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Kota Psp-Tapsel hingga ke Panyabungan Madina ini pun ikut terkena banjir akibat luapan Sungai Aek Haloban yang sudah sering terjadi.

"Hujan deras dari sore, air sungai meluap dan mengalir ke parit. Lalu meluap ke badan jalan dan rumah-rumah warga," ungkap sejumlah warga yang mengaku kejadian banjir tersebut sudah sering mereka rasakan namun tidak ada solusinya.

Pemerintah Kota Psp melalui petugas BPBD yang mengetahui adanya kejadian tersebut, juga tampak turun ke lokasi banjir. Dan melakukan evakuasi serta mendata rumah-rumah warga yang terendam.

Ads
"Kami terus was-was, setiap kali hujan deras pasti selalu banjir. Kami minta pemerintah perduli. Dan ini bukan yang pertama kali. Bahkan sudah berkali-kali. Jangan tunggu ada korban baru pemerintah respon," pungkas sejumlah warga kesal.

Di wilayah lainnya, akibat hujan deras yang turun sepanjang sore hingga malam, juga membuat beberapa desa di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan terendam. "Di tempat kami juga banjir, seperti di Sidadi ada puluhan rumah terendam dan sampai kini belum ada petugas yang datang," ungkap Syafrizal warga Batang Angkola.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Tapsel Ibrahim Lubis membenarkan adanya bencana banjir yang juga rutin dialami di wilayah tersebut. "Iya benar, hampir separuh desa di Batang Angkola terkena banjir," jelasnya dan mengaku sudah berkordinasi dengan pihak terkait lainnya.

wwwwww