Home > Berita > Umum

1 Warga Aceh Positif Difteri

1 Warga Aceh Positif Difteri
Vaksin DPT-HB
Senin, 30 Januari 2017 21:18 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Satu dari dua pasien asal Provinsi Aceh, ABSL (15) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, positif difteri (infeksi tenggorokan). Sedangkan temannya, MAA (15) dinyatakan negatif. Dokter penanggung jawab, dr Hendri Wijaya MKed (Ped) SpA saat pemaparan hasil pemeriksaan dari laboratorium mikrobiologi RSUP H Adam Malik dan Kemenkes RI, menyebutkan, kondisi kedua pasien sudah berangsur pulih, namun masih dirawat di ruang infeksius.

"Pengobatan sudah kita berikan serum antidifteri. Kemudian antibiotik selama 10 hari sejak masuk rumah sakit," sebut Hendri, Senin (30/1/2017).

"Untuk konfirmasi diagnosis, kami bekerja sama dengan mikrobiologi RSUP H Adam Malik. Kemudian memastikan negatif dan positifnya di lab dan litbang Departemen Kesehatan. Lalu kita lakukan pemeriksaan terhadap pasien," timpalnya.

Ads
Untuk penularannya, kata Hendri, virus ini masuk melalui saluran udara, pernafasan dan barang-barang yang terkontaminasi penderita. Bisa juga ditularkan lewat bersin atau batuk, dan bukan lewat makanan.

"Kenapa satu anak positif dan satu tidak? (Ini) tergantung status imunitasnya. Masa inkubasi (kuman masuk dan menimbulkan gejala) difteri itu cepat. Paling cepat tiga hari dan paling lama 14 hari. Jadi kalau yang cepat perkembangannya cepat," terangnya.

Menurutnya, banyak masyarakat tidak bisa membedakan gejala difteri dan pilek biasa. Penyakit ini diawali demam, susah menelan dan pilek. Perbedaannya hanya ketika ditemukan bintik putih di tenggorokan.

"Meski pun MAA negatif difteri. Kami tetap obati dia sebagai pasien difteri karena dia tetap terkontaminasi dengan ABSL yang sudah positif," lanjutnya.

Saat ini, kedua pasien sudah dalam masa pemulihan dan diperbolehkan pulang pada Selasa (31/1/2017). Ia menyebutkan, difteri menular kalau tidak diobati. Imunisasi berpengaruh pasien terserang difteri.

"Imunisasi tetap perlu. Kedua pasien ini juga belum tahu imunisasinya lengkap atau tidak. Kita dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengimbau pemerintah membuat imunisasi dosis ulangan," pungkasnya.
Editor:Fatih
Kategori:Umum, Peristiwa, Gonews Group, Medan
wwwwww