Home >  Berita >  Umum

Di RS Pirngadi, 174 Pasien Anemia Meninggal Dunia Selama 2016

Di RS Pirngadi, 174 Pasien Anemia Meninggal Dunia Selama 2016
Ilustrasi
Kamis, 12 Januari 2017 17:00 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Anemia merupakan gejala kekurangan kadar hemoglobin di dalam darah. Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan membuat si penderita meninggal dunia.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, anemia ini telah merenggut sebanyak 174 jiwa dari 1.012 pasien. Sementara, 838 pasien lainnya yang ada, hingga kini masih terus menjalani perawatan.

"Berdasarkan data sejak bulan Januari hingga November 2016 lalu, 174 pasien anemia kita meninggal dunia. Sedangkan sisa jumlah lainnya masih menjalani perawatan," kata Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin kepada wartawan, Kamis (12/1/2017).

Pasien anemia itu, kata dia, didominasi wanita yakni sebanyak 589 orang. Sedangkan pasien laki-laki jumlahnya sebanyak 423 orang.

Adapun pasien anemia yang terdata setiap bulannya, antara lain di Januari sebanyak 132 orang, Februari sebanyak 140 pasien, Maret sebanyak 99 pasien, April sebanyak 71 pasien, Mei sebanyak 97 pasien, Juni sebanyak 84 pasien, Juli sebanyak 66 pasien, Agustus sebayak 73 pasien, September sebanyak 75 pasien, Oktober sebanyak 103 pasien, dan November sebanyak 72 orang.

Penderita anemia, jelas Edison, masuk dalam daftar lima besar penyakit rawat inap yang ada di rumah sakit berplat merah ini.

"Anemia ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita selain diabetes dan hipertensi," jelasnya.

Sementara itu, ahli gizi Kota Medan, Sairi M Saragih DCN MKes menyebutkan, salah satu faktor yang menyebabkan anemia terjadi dikarenakan kekurangan zat besi (FE). Kekurangan zat besi ini sebut Sairi, diantaranya diakibatkan salah mengonsumsi teh atau juga kopi.

Sairi menjelaskan, minum teh atau kopi disaat makan, dapat menghambat masuknya zat besi ke dalam tubuh. Sedangkan kebiasaan yang ada di masyarakat, khususnya minum teh sangat umum terjadi.

"Teh itu mengandung panin dan kopi mengandung cafein, dimana keduanya menghambat zat besi yang dihasilkan dari sayur dan lauk yang kita makan," terangnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi anemia itu, salah satunya ialah memahami pola makan. Konsumsi teh atau kopi tersebut, sebaiknya dilakukan 1 - 2 jam setelah makan.

"Mengoonsumsi coklat juga bisa menghambat zat besi. Khususnya kebiasaan pada anak dengan meminum susu pakai coklat," tandasnya.

Ads
Editor : Sisie
Kategori : Umum, Peristiwa, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
www www